Senin 18 Januari 2021, 14:20 WIB

Pascabanjir, Waspadai Potensi Curah Hujan Tinggi di Kalsel

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pascabanjir, Waspadai Potensi Curah Hujan Tinggi di Kalsel

ANTARA/BAYU PRATAMA
Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta naik perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/1).

 

Pada tanggal 12-15 Januari 2021 telah terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang berdampak banjir di sebagian besar wilayah Kabupaten/Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar,Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Berdasarkan laporan BPBD dampak yang ditimbulkan yaitu terendamnya 10.000 lebih rumah di wilayah Kalimantan Selatan dengan ketinggian bervariasi antara 0,5 hingga 3 meter, di mana ruas jalan utama provinsi tergenang, dan dua jembatan utama provinsi roboh.

Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Karmana mengatakan curah hujan dengan intensitas tinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada tanggal 10 Januari 2021 sebesar 125 mm, tanggal 11 Januari 2021 sebesar 30 mm, tanggal 12 Januari 2021 sebesar 35 mm, tanggal 13 Januari 2021 sebesar 51 mm, tanggal 14 Januari 2021 sebesar 249 mm dan tanggal 15 Januari 2021 sebesar 131 mm.

Baca juga: 10 Kabupaten/Kota Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

"Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa akumulasi jumlah curah hujan selama 2 hari di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencapai 300 mm, yang jika dibandingkan pada normal jumlah curah hujan bulanan Januari sebesar 394 mm, maka kondisi ini tergolong dalam kondisi ekstrim," kata Karmana dalam keterangannya, Senin (18/1).

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan yang labil. Adanya pergerakan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat (La Nina) serta suhu muka laut yang lebih hangat dari normalnya, mengakibatan aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Selatan menjadi lebih signifikan.

Selain itu, adanya pusaran angin tertutup (Sirkulasi Eddy) di sekitar Kalimantan mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa hingga Kalimantan bagian Selatan dan Timur. "Kondisi ini berpotensi menambah massa uap air dari Laut Jawa yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif yang masif di sekitar Kalimantan Selatan," sebutnya.

Secara umum bulan Desember 2020 dan Januari 2021 merupakan puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Selatan kecuali Kabupaten Kotabaru pada Mei dan Juni 2021, sehingga hujan yang terjadi pada bulan-bulan tersebut merupakan hujan yang turun secara kontinyu.

BMKG Syamsudin Noor Banjarmasin telah membuat peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang diterbitkan tanggal 10 Januari 2021 mulai pukul 01.00 WITA hingga 15 Januari 2021 pukul 17.00 WITA.

Baca juga: BMKG: Banjir Pesisir Manado Bukan Tsunami, Masyarakat Jangan Panik

"Peringatan dini tersebut dikirim melalui media sosial (Telegram dan WhatsApp) ke BPBD Propinsi/Kabupaten/Kota Kalimantan Selatan. Informasi Peringatan Dini Cuaca juga disebarluaskan melalui BIN, Polda Intel PAM Polda Kalimantan Selatan, Intel PAM TNI AU, Dinas PUPR dan ORARI," paparnya.

Prospek tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Namun, yang perlu diwaspadai adalah beberapa daerah di Kalimantan Selatan bagian Selatan dan Barat seperti wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Selatan dimana wilayah-wilayah ini berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang.

"Intensitas hujan secara umum akan meluruh pada akhir Januari, namun ada peningkatan kembali pada awal Februari dlm kondisi normal sebagaimana siklus musim hujan," tambahnya.

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Masyarakat juga dihimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat," pungkasnya.

Sebelumnya, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sebanyak 10 Kabupaten/Kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.

Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupataen Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Batola . Hal ini berdasarkan data terakhir yang dihimpun pada 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB. 

Baca Juga

MI/Susanto

Menkes: Vaksinasi Covid-19 Harus Tuntas 12 Bulan

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:03 WIB
Menkes Budi mengatakan, dalam 6 bulan ke depan Indonesia akan mendapat total sekitar 90 juta dosis dari total kebutuhan sekitar362...
Dok: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Koordinasi Kementerian Lembaga Diperkuat untuk Tangani Bencana

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:00 WIB
Peningkatan kolaborasi Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana dapat dilakukan secara faktual dan dilaksanakan...
Dok Medco.id

Varian B117 Tidak Pengaruhi Keparahan Pasien Covid-19

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 05 Maret 2021, 08:15 WIB
Masyarakat tidak perlu khawatir dengan varian baru tersebut karena tidak ada laporan soal hubungan antara varian Inggris ini dengan derajat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya