Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREAN Cultural Center Indonesia (KCCI) mengakhiri Kelas Bahasa Korea King Sejong Institute Sesi 2 2020 pada 19 Desember 2020. Sesi 2 tersebut berlangsung selama 16 minggu, dimulai pada 18 Agustus 2020. Pelaksanaan kelas sesi 2 ditutup dengan kontes pertunjukan bakat.
Jumlah murid Kelas Bahasa Korea Sesi 2 2020 adalah sebanyak 694 orang. Jumlah pendaftar pada sesi tersebut sebanyak 1.792 orang. Sebagai hasil akhir, 525 murid dinyatakan lulus.
Sebagai acara penutupan Kelas Bahasa Korea Sesi 2 2020, KCCI menyelenggarakan "Kontes Pertunjukan Bakat Tentang Korea". Hasil dari kontes ditentukan 11 pemenang, yaitu juara 1, 2, 3, 4, dan harapan.
Baca juga: Sudah Dua Parpol Melirik Isu Lingkungan
Juara 1 dan 2 menunjukkan bakat K-Pop sing cover dan juara 3 K-Pop dance cover. Selain itu, ada yang menunjukkan bakat membaca puisi dan mengajar Bahasa Korea tentang topik “Tahun Baru”.
Sehubungan dengan pelaksanaan kelas juga telah dilakukan survei terhadap seluruh murid. Berdasarkan hasil survei, 95% murid menyampaikan ingin kembali mengikuti kelas pada sesi berikutnya. Sehubungan evaluasi guru, 68% merasa sangat puas dan 26% puas.
Sementara itu, Kelas Bahasa Korea King Sejong Institute Sesi 1 2021 akan dimulai pada Februari 2021. Kelas akan berlangsung secara daring dengan jumlah peserta 500 orang.
Selain Kelas Bahasa Korea, akan diadakan kontes berbicara dan kontes diskusi dalam Bahasa Korea bekerja sama dengan King Sejong Institute dan jurusan Bahasa Korea di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mempromosikan Bahasa Korea secara lebih luas di Indonesia. (RO/OL-1)
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved