Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MATA pelajaran Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa. Ada saja alasan siswa bila guru menagih pekerjaan rumah. Alasan lupa atau belum paham maksud dari pekerjaan rumah tersebut. Kadang juga siswa mengantuk saat mendengarkan keterangan guru. Agar pelajaran Fisika bisa menarik perhatian murid, maka guru harus berinovasi bagaimana merebut perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkannya.
Apalagi di tengah pandemi covid-19, tantangan guru semakin besar. Mereka tidak lagi memberikan pelajaran secara konvensional. Di depan kelas, dan menuliskan teori-teori di papan tulis atau memakai proyektor. Kini guru dan murid tidak bisa bertatapan langsung, melainkan melalui media digital.
Adalah Farida Rahmawati, guru mata pelajara Fisika dari MAN 2 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan inovasi dengan belajar Fisika menyenangkan melalui FiZiGa, singkatan dari Balajar Fisika menggunakan aplikasi Prezi berbasis Game. Metode FiZiGa ini ia praktekkan sejak pembelajaran jarak jauh akibat pandemi covid-19. Diakuinya saat terjadi pandemi covid-19, guru-guru mendapat tantangan berat harus mengajar secara online yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Mengajar secara daring ini tidak mudah dibandingkan belajar tatap muka langsung. Kendala internet dan lainnya ditambah banyak murid yang kurang berminat terhadap pelajaran Fisika. Ini yang menjadi tantangan saya bagaimana mengembalikan model belajar seperti saat normal (sebelum pandemi) di suasana pembelajaran jarak jauh seperti sekarang. Ditambah dengan model yang simpel, sehingga mudah dipahami siswa," kata Farida kepada mediaindonesia.com, Minggu (27/12).
Di saat bersamaan Wadah Inspiring Teacher 2020 membuka kesempatan bagi para guru di seluruh Indonesia untuk menunjukkan inovasi terbaiknya di bidang pendidikan di tengah pandemi. Bagaimana guru-guru bisa membuat metode merdeka belajar yang disesuaikan dengan situasi pandemi covid-19, sehngga siswa tidak jenuh. Farida bersama guru-guru lainnya yang berjumlah sekitar 6.000 orang mengikuti Wardah Inspiring Teacher ini. Seleksi dimulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga.
Diakui Farida mengikuti kegiatan tersebut sangat menantang dan mendebarkan, karena setiap guru akan menyuguhkan hal terbaik. Apalagi guru-guru itu juga membawa nama sekolah mereka. Pada program Wardah Inspiring Teacher tahap 1 dan 2 ini dari 6000 an peserta tinggal 250 an yang bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Peserta yang lolos mengikuti tahap selanjutnya dibekali materi tentang Merancang Media Pembelajaran dengan memilih salah satu dari lima media pembelajaran yang disediakan Pada tahap ketiga ini peserta diberikan bekal materi tentang Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar. Farida pun lolos sampai tahap ketiga ini.
"Di sini semakin gigih karena tiap guru akan memberikan praktik baik pembelajaran Merdeka Belajar di tengah pandemi. Saya membuat inovasi praktik pembelajaran yang berjudul Serunya Belajar Fisika Berbasis Game menggunakan Aplikasi Prezi atau FiZiGa," kata Farida.
Farida membuat aplikasi ini disebabkan pada masa pandemi covid seperti sekarang ini, jika pembelajaran jarak jauh hanya monoton membaca, mencatat, meringkas materi saja, lama kelamaan anak akan menjadi bosan dan jenuh sehingga anak kurang mempunyai kemerdekaan dalam belajar.
"Ide kreativitas anak menjadi kurang berkembang juga. Berdasarkan permasalahan ini diperoleh ide model pembelajaran yang menarik dan menantang dengan mempertimbangkan kesukaan siswa, pengajaran dalam bentuk game yang menarik, kreatif dan inovatif menggunakan aplikasi Prezi yang dapat diakses melalui handphone atau laptop anak," ungkapnya.
Dijelaskan Farida, ia membuat aplikasi ini berisi mata pelajaran Fisika sesuai dengan kurikulum. Ia mencontohkan mata pelajaran tentang atom, ia buat menjadi sebuah pelajaran seperti bermain. Dengan gambar warna warni, Farida membuat asal usul teori Atom. Di akhir pemaparan ada game berupa pertanyaan untuk siswa tentang teori atom. Disediakan kunci jawaban dan kolom pembahasan soal jawaban soal. Sehingga siswa tidak melulu hanya membuka kunci jawaban, tapi juga tahu alasan mengapa jawaban itu yang dipilih. Bila jawaban benar maka akan ada gambar piala dan medali sebagai bentuk apresiasi.
"Model aplikasi FiZiGaini diperuntukkan untuk siswa IPA kelas XII. Sejak menggunakan aplikasi FiZiGa ini, minat siswa terhadap pelajaran Fisika semakin meningkat karena mereka enjoy belajar seperti bermain game. Selama pandemi ini selama satu minggu hanya dua kali belajar Fisika untuk kelas XII, berkurang dibandingkan masa normal sebanyak empat kali. Dan aplikasi ini sangat ringan dan tidak memakan banyak kuota internet," ungkapnya.
baca juga: 27,3 Juta Orang Terima Bantuan Kuota Data Internet untuk PJJ
Berkat aplikasi FiZiGa, Farida lulus sampai tahap ketiga dan terpilih menjadi pembicara Temu Pendidik Nusantara VII dalam ajang Wardah Inspiring Teacher 2020 yang digelar pada 13 Desember 2020 secara virtual. Ia pun lega sejak Juni lalu ia berjuang di antara ribuan guru di seluruh Indonesia, dan mendapat pelatihan selama 6 bulan mulai dari tahap pertama sampai terakhir hingga menjadi salah satu pembicara di acara puncak Wardah Inspiring Teacher 2020. (OL-3)
Saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pola kerja fleksibel.
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved