Kamis 17 Desember 2020, 10:15 WIB

DPR Dorong Aplikasi Teknologi Nuklir Terapan di Bidang Pertanian

Zubaedah Hanum | Humaniora
DPR Dorong Aplikasi Teknologi Nuklir Terapan di Bidang Pertanian

Antara
Panen perdana bibit padi unggul tanpa bahan kimia hasil riset Batan, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 1 Oktober 2020.

 

ANGGOTA Komisi VII DPR RI Andi Yuliana Paris mendorong pengembangan dan inovasi di bidang teknologi nuklir terapan. Menurutnya, pemanfaatan nuklir berperan penting dalam mendukung program pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikannya usai dirinya mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR ke Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/12).

"Komisi VII ingin mendorong BATAN supaya bisa mengembangkan teknologi nuklir terapan, khususnya di bidang pertanian. Misalnya menghasilkan varietas beras lokal yang unggul dan sesuai dengan permintaan pasar. Jadi antara teknologi dan komersialisasi harus diperhatikan agar terjadi sinergi," ujar Andi Paris dilansir dari laman DPR.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dihasilkan dari pemanfaatan teknologi nuklir, mulai dari sektor pangan, kesehatan dan industri. Dirinya pun mendukung upaya BATAN yang sedang mengembangkan penggunaan aplikasi teknik nuklir dalam meneliti kandungan logam berat di udara yang nantinya diharapkan dapat mendeteksi sumber pencemaran udara.

Sebagaimana diketahui, polusi udara yang terjadi di sekitar dapat memberikan dampak yang kurang baik pada kesehatan dan lingkungan. Dengan menggunakan analisis teknik nuklir, kandungan polutan udara dapat dideteksi secara detail hingga ukuran 2,5 mikro atau sering disebut dengan istilah PM 2.5.

Ke depan, DPR mendorong penggunaan sumber energi nuklir karena dinilai berkelanjutan dan rendah karbon, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu energi utama di masa mendatang. "Namun, untuk mencapai itu dibutuhkan political will dari pemerintah, sehingga pemanfaatan nuklir sebagai salah satu energi yang ramah lingkungan bisa dioptimalkan," katanya lagi.

Ia menilai, pemerintah saat ini belum memberikan dukungan anggaran yang memadai terhadap riset dan inovasi teknologi nuklir. Diungkapkannya, anggota DPR khususnya di Komisi VII punya komitmen yang kuat untuk pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia. Tetapi terkadang pagu anggaran yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan terhadap lembaga riset dan inovasi masih jauh dari kebutuhan.

"Padahal jika inovasi ini bisa berkembang akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” sergahnya. (H-2)

Baca Juga

Antara

Update 2 Oktober 2022:11 Ribu Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 23:03 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 10.910 orang disuntik vaksin dosis pertama hari...
Antara

31,32 Masyarakat Umum Sudah Divaksin Booster

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:49 WIB
Sebanyak 6.733.028 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 9.052.638 petugas...
Antara

69,1% Lansia Sudah Divaksin Lengkap

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:17 WIB
Sebanyak 18.410.061 lansia telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 85,42 persen dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya