Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Meteorologi tentang bibit siklon tropis "96S" pada 8 Desember 2020, dipredikasi akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar BPBD provinsi meminta BPBD Kabupaten Kota untuk menyiapkan langkah langkah dan upaya kesiapsiagaan guna mencegah dampak banjir, banjir bandang, tanah longsor yang mungkin timbul.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengungkapkan, sejumlah langkah pencegahan tersebut diantaranya melakukan koordinasi secara berkala dengan dinas terkait dan aparatur Kabupaten/Kota di daerah setempat.
Selain itu, melakukan monitoring untuk mendapatkan update informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui website resmi BNPB.
"Selain itu, eningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor dengan menggunakan media elektronik atau media sosial mengingat wilayah Indonesia sedang mengalami pandemi covid-19," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (9/12).
Baca juga : Hati-Hati! Ada Peringatan Gelombang Tinggi Perairan Ini
Selanjutnya, BPBD provinsi dan daerah diharapkan melakukan koordinasi dengan Dinas dan Lembaga/Organisasi terkait (Dinas Kominfo, RAPI, ORARI, SENKOM, Forum PRB Daerah, dll) dalam penyebarluasan informasi peringatan dini banjir, banjir bandang, dan tanah longsor secara berkala sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi.
"Daerah juga diimbau untuk menyiapkan dan mensosialisasikan tempat evakuasi yang terpisah antara masyarakat yang sehat dengan terkonfirmasi positif covid-19," tambahnya.
Ia melanjutkan, BPBD juga harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat terkait penyiapan fasilitas kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dsb) dan sistim rujukan terutama bagi rumah sakit yang berada di wilayah risiko tinggi bencana
Selain itu, menyiapkan infrastruktur 3T (tracing, testing, treatment) di tempat evakuasi dan pengungsian sesuai protokol tempat pengungsian pada masa pandemi covid-19 serta menegakkan protokol kesehatan (3M) selama ditempat pengungsian..
"Terakhir, mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya yang ada di daerah (sumber daya manusia, peralatan, logistik, dll) serta perencanaan mobilisasinya untuk pengungsi," tandasnya. (OL-7)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved