Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI pandemi Covid-19 tidak menyurutkan komitmen PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk (JAPFA) untuk terus mendorong kualitas kesehatan dan pendidikan di Indonesia. JAPFA sebagai perusahaan agribisnis berstandar internasional tetap konsisten melaksanakan berbagai program Social Investment untuk mendorong kehidupan masyarakat ke tingkat yang lebih baik, bahkan hingga ke pelosok melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara daring.
Tahun ini, JAPFA menjangkau 81 guru sekolah dasar dari 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Indramayu, Purwakarta, dan Tulungagung.
Baca juga: Akhir Bulan, 1,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba
”Meskipun dalam kondisi seperti ini, kami tetap menjalankan tanggung jawab sosial di berbagai wilayah kerja JAPFA dengan menerapkan kolaborasi positif demi terciptanya keberlanjutan hidup yang lebih baik. Sehingga, setiap kegiatan di daerah nantinya mampu mendorong kemandirian masyarakat.” ujar Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, Selasa (8/12).
Salah satu program andalan Social Investment yaitu JAPFA for Kids yang berfokus pada kesehatan dan pendidikan anak Indonesia. JAPFA for Kids telah berpengalaman mendorong kualitas kehidupan masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak selama lebih dari satu dekade atau tepatnya sejak 2008.
Rachmat menyebutkan, kualitas kesehatan dan pendidikan yang baik adalah dua hal tak terpisahkan dalam menciptakan sumber daya manusia unggul untuk kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab berbagai pihak termasuk JAPFA sebagai wakil sektor swasta untuk berperan aktif menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Program JAPFA for Kids menitikberatkan pada perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menjaga keseimbangan asupan gizi. Selain itu, JAPFA menginisiasi kelas daring Sekolah Hijau JAPFA. Dalam kelas ini berbagai program yang diajarkan antara lain praktik berkebun, pengelolaan sampah, serta cara menghemat energi.
“Para siswa dididik bahwa untuk hidup sehat dan bersih tidak harus mahal, cukup dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, sehingga mereka dapat menjadi contoh baik bagi teman-temannya,” kata Rachmat.
Terkait pengelolaan sampah tersebut, secara lebih luas para siswa didik Sekolah Hijau JAPFA diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Pasalnya, indeks ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap pengelolaan sampah sebesar 0,72 atau 72% masyarakat Indonesia belum memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah (Badan Pusat Statistik, 2018).
Melalui berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan, JAPFA berharap agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat akan kemudahan layanan kesehatan dan teredukasi dengan baik.
“Kami selalu berpedoman pada nilai-nilai Tripple Bottom Line, yaitu People untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat, Planet berupa dukungan untuk kelestarian bumi, dan Profit untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” pungkas Rachmat. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved