Minggu 06 Desember 2020, 10:50 WIB

Pulang Studi Tur, 30 Guru dan Staf MAN 22 Jakarta Positif Covid-19

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Pulang Studi Tur, 30 Guru dan Staf MAN 22 Jakarta Positif Covid-19

Antara
Seorang guru mengikuti tes usap PCR test di Gorontalo, menjelang pemberlakuan pembelajaran tatap muka pada 2021 mendatang.

 

SEBANYAK 30 guru dan staf Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta Barat diketahui terinfeksi covid-19 setelah pulang dari karya wisata (studi tour) ke Yogyakarta. Mereka membentuk klaster baru akibat kelalaian sang kepala sekolah.

"Klaster madrasah ini seharusnya dapat dicegah jika pimpinan madrasah cermat dalam memitigasi risiko penularan covid-19 sebelum kegiatan karya wisata dilakukan," tegas Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti, Minggu, 6 Desember 2020.

Ke-30 orang guru dan staf itu positif covid-19 dari 43 orang yang diperiksa. Retno mengisahkan, penelusuran klaster dilakukan setelah satu guru MAN 22 Jakarta yang tidak mengikuti kegiatan wisata ke Yogyakarta pada 20-23 November 2020 terkonfirmasi positif terpapar covid-19.

Menurut Kepala MAN 22 Jakarta Barat, Usman Alim, guru tersebut mulanya mengaku sudah tidak enak badan sebelum adanya kegiatan wisata. Oleh karena itu, ia tidak ikut berwisata yang menjadi ajang perpisahan dengan kepala MAN yang hendak purnabakti.

Guru tersebut kemudian melaksanakan tes cepat antigen pada 27 November 2020 dan dinyatakan reaktif. Ketika melakukan tes usap, hasilnya pun positif terinfeksi virus SARS-CoV-2.
 
Di hari yang sama, dua orang rombongan yang mengikuti wisata ke Yogyakarta menunjukkan gejala covid-19. Sepulang dari Yogyakarta, kedua peserta studi tour tersebut melaksnakan tes usap covid-19 dan hasilnya positif.
 
Akhirnya, seluruh guru dan karyawan yang mengikuti wisata pun segera harus menjalankan tes usap covid-19. Usai berwisata, para guru dan karyawan sempat berkumpul di madrasah untuk melaksanakan pelepasan kepala MAN dan merayakan hari guru pada 25 November 2020. Semenjak ada kabar guru dan karyawan yang positif Covid-19, madrasah pun telah ditutup.
 
Retno mengatakan, bahwa program karya wisata ke Yogyakarta tersebut direncanakan di masa kepala madrasah yang lama, kemudian dilaksanakan oleh kepala madrasah yang baru. Kegiatan dilaksanakan tanpa kepala madrasah melakukan mitigasi risiko, padahal sudah ada satu guru yang mengaku sakit dan menunjukkan gejala covid 19.
 
"Seharusnya, ada penundaan kegiatan sambil menunggu hasil swab test satu guru tersebut keluar. Hal ini demi melindungi kesehatan dan keselamatan guru dan karyawan lainnya," kata Retno.
 
Untuk menjadi pembelajaran dan perhatian bersama untuk pimpinan madrasah maupun pimpinan sekolah di Indonesia, Retno mengimbau agar kasus ini ditangani dengan sungguh-sungguh. "Agar menimbulkan efek jera dan tidak terulang kembali," tandasnya. (H-2)
 

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya