Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kampus Butuh NA Peta Jalan Pendidikan

MI
20/11/2020 00:10
Kampus Butuh NA Peta Jalan Pendidikan
Dekan Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Poncojari Wahyono(Dok. Istimewa)

PIHAK perguruan tinggi mengatakan butuh naskah akademis tentang peta jalan pendidikan yang kini tengah digodok oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Karena itu, diharapkan terjadi dialog konstruktif mengingat peta jalan pendidikan didesain hingga untuk 2035.

Dekan Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Poncojari Wahyono, mengaku pihaknya baru menerima rancangan peta jalan pendidikan dalam bentuk powerpoint (PPT). “Yang kami terima masih berupa PPT. Harusnya ada naskah akademik (NA) itu akan lebih bagus,” ujar Ponco dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi X DPR RI, kemarin.

Dari peta jalan yang dia terima itu, ada yang sedikit mengganjal. Pembuatan peta jalan pendidikan Indonesia malah menyingkirkan nilai historis bangsa. Bahkan peta jalan pendidikan lebih berfokus pada tren global. Hal ini amat disayangkan karena ada indikasi belum ada kajian yang komprehensif dari pembuatan peta jalan pendidikan. “Padahal, asas historis, sejarah, dan kebudayaan ialah pembentukan watak dan peradaban bangsa, itu harusnya dimunculkan, tetapi di sistem belum muncul,” ungkap Ponco.

Jika budaya sendiri tidak kuat, hasil pendidikan Indonesia akan sangat lemah dalam menyerap nilai-nilai kebangsaan. Kecintaannya pada negara juga diperkirakan luntur. “Bisa luntur cintanya pada budaya dan kebinekaan. Ini bekebudayaan perlu dikembangkan karena ini juga untuk SDM yang unggul,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan Indra Charismiadji dari Vox Populi Institute Indonesia berharap Kemendikbud dapat membuat peta jalan pendidikan seaplikatif mungkin. Artinya, penyusunan peta jalan pendidikan harus jelas pula dirancang mulai dari mana, pendidikan akan dibawa ke mana, dan berapa besar anggaran yang dibutuhkan.

“Kita bicara data sudah lengkap Kemendikbud itu. Data sudah ada semua, kita tahu kompetensi guru, sekolah yang rusak, itu semua jumlahnya ada semua,” sambung dia.(Medcom.id/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya