Sabtu 14 November 2020, 08:00 WIB

Internet Bawa Alunan Sape ke Penjuru Negeri

mediaindonesia.com | Humaniora
Internet Bawa Alunan Sape ke Penjuru Negeri

Ist/Kemenkominfo
Ferinandus Lah atau akrab disapa Feri Sape saat memainkan alat musik tradisional khas suku Dayak, “Sape”, di Pontianak, Kalimantan Barat.

 

   

EKSPEDISI Bakti untuk Negeri di Kalimantan tiba di Pontianak, Kalimantan Barat. Di sini, tim ekspedisi berkesempatan mengenal lebih jauh alat musik tradisional Suku Dayak, sape, serta bagaimana alat musik itu lebih dikenal masyarakat berkat jaringan internet.

Alat musik sape memiliki kemiripan dengan gitar dalam cara memainkannya, yakni dipetik. Namun, struktur bentuk keduanya agak berbeda karena sape tidak memiliki lengkungan di bagian badan (body) dan cenderung berbentuk persegi panjang.

“Dari segi nada, tuning sape berbeda dengan gitar. Kalau gitar ada kordnya. Dari permainan juga beda dengan gitar, kalau sape dominan main ke melodi. Jadi kita bermain di string paling bawah,” jelas seorang musisi sape, Ferinandus Lah atau akrab disapa Feri Sape.

Alat musik yang menghasilkan denting merdu ini memiliki sejarah turun temurun dalam Suku Dayak dan biasa dipakai untuk mengiringi tarian-tarian tradisional. Budayawan Aloysius Mering menyebut sape menjadi alat musik tradisional dari bebe­rapa rumpun Suku Dayak.

“Yang paling terkenal itu di Suku Kayan. Ada satu (sape) yang lebih identik dengan etnis Kayan di Kalimantan Barat, yakni sape yang hanya ada dua senar dengan senar nilon,” katanya.

Jauh sebelum ada akses internet, alunan sape hanya dikenal lewat kalangan tertentu. Namun, setelah internet berkembang pesat, dentingan sape mulai terdengar ke pelosok negeri bahkan menembus mancanegara.

“Pada zaman modern sekarang kita bisa melihat sape ada di mana-mana dengan meng­klik internet atau Youtube,” ujar Aloysius.

Menurut Kadiskominfo Kalimantan Barat Sukaliman, peran internet sangat besar pengaruhnya terhadap penyampaian pesan pendidikan budaya.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan memang selayaknya disebarluaskan melalui media komunikasi.
Hal itu diamini Feri Kape. “Adanya internet memudahkan masyarakat khususnya generasi muda untuk mempublikasikan lewat media sosial. Itu sangat baik untuk masa sekarang,” tambahnya.

Ia juga menginginkan musik sape dibawakan dengan gaya keren. “Salah satu inovasinya, yang dulu tidak menggunakan elektrik tapi sekarang pakai elektrik,” ungkapnya.

Feri sendiri telah memain­kan alat musik ini di berbagai negara seperti Iran, Italia, Ceko, Ukraina, Maroko, Jepang, Tiongkok, dan Thailand. Sape juga bisa kolaborasi dengan jenis musik apapun. Terbukti Sape bisa menjadi pelengkap warna musik untuk lagu-lagu internasional.

Budayawan Aloysius meng­apresiasi pengenalan sape secara lebih luas dengan berbagai inovasi. “Generasi tua kalau mendengar sape sekarang tentu mereka ada rasa penolakan, katanya tidak asli,” katanya.

Di sisi lain, alunan merdu musik sape ternyata bermanfaat sebagai terapi bagi pen­derita depresi. Terapi ini salah satunya dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong, Pontianak.

Direktur RSJD Sungai Bangkong, Batara Sianipar, mengatakan musik sape sebagai musik klasik terbukti memberikan kenyamanan, ketenang­an, khususnya untuk pasien-pasien dengan gangguan jiwa. (Ifa/S3-25)
 

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Mitigasi Bencana, Menko PMK Lakukan Penanaman 10 Juta Pohon Mangrove di 34 Provinsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:37 WIB
Adapun aksi penanaman mangrove pada GPDRR 2022 merupakan momentum dukungan PBB terhadap komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana...
Dok. Kemenparekraf

Perkuat Kampanye Sadar Wisata, Kemenparekraf Gelar Training of Trainer untuk Desa Wisata

👤Meediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:22 WIB
Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis...
Dok. UMJ

Fakultas Pertanian UMJ Gelar Panen Raya Perdana dari Program Kebun Hidroponik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:08 WIB
FAKULTAS Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar panen raya perdana dari program kebun hidroponik yang diawali pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya