Jumat 30 Oktober 2020, 12:59 WIB

Vaksin Covid-19, Pakar: Kalau tak Aman, Uji Dihentikan Sejak Awal

Atalya Puspa | Humaniora
Vaksin Covid-19, Pakar: Kalau tak Aman, Uji Dihentikan Sejak Awal

AFP/Vincenzo Pinto
Ilustrasi vaksin

 

VAKSIN covid-19 yang tengah diupayakan pemerintah banyak menerima pertanyaan mengenai keamanan dan efektivitasnya. Berbagai kandidat vaksin pun telah disiapkan oleh pemerintah antara lain Sinovac, Cansino dan Sinopharm.

Vaksin Sinovac yang akan diproduksi bersama Bio Farma sudah berada pada tahap uji klinik fase 3 di Bandung dan telah mengambil subjek sebanyak 1.620 orang dewasa, kini sedang menunggu hasilnya.

Terkait dengan tudingan keamanan dari vaksin covid-19, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Cissy Rachiana Sudjana mengatakan apabila vaksin Sinovac ditemukan tidak aman atau menimbulkan efek samping berbahaya tentu tidak akan dilanjutkan ke uji klinik fase 3.

"Kalau tidak aman, uji klinik sudah dihentikan dari awal, dengan kata lain tidak boleh naik kelas. Ini sudah bisa dikatakan aman, fase satu sudah ada reportnya, aman, kemudian dilanjutkan dengan fase 2, sudah dilaporkan aman,” kata Cissy dalam keterangan resmi, Jumat (30/10).

Baca juga: Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Makin Menurun

Cissy menambahkan terdapat jurnal-jurnal internasional yang sangat terakreditasi dan laporan fase 1 serta 2 sudah dipublikasi dalam jurnal. Berdasar uji klinik 1 dan 2 dinyatakan vaksin covid-19 Sinovac sudah aman.

"Itu bagus sekali. Tapi memang laporan uji klinik fase 3 belum ada karena yang di Brasil mungkin baru selesai bulan Oktober ini dan di Indonesia baru selesai tahun depan, sebaiknya kita tunggu hasil dari uji klinik fase 3,” ujar Cissy yang merupakan Ketua Satgas Imunisasi IDAI dan Ketua Pokja Vaksinasi Peralmuni.

Terkait dengan uji klinik fase 3 harus dilakukan di negara produsen vaksin tersebut, Cissy menyebut sebetulnya secara aturan boleh saja dilakukan di luar negeri tapi memang supaya lebih yakin uji klinik fase 3 dilakukan di negara yang ingin memakainya.

“Uji klinik fase 3 itu adalah untuk melihat efikasi atau khasiat dari vaksin, selain keamanan nya juga. Apakah setelah divaksinasi, seseorang itu bisa jadi sakit atau tidak dan memang salah satu syarat dari uji klinik fase 3 harus dilakukan di lebih dari satu senter,” ungkapnya.

“Kami sangat senang dan menyambut baik apa yang Bapak Presiden katakan mengenai vaksin Covid-19 harus dipastikan aman dan jangan terburu-buru. Karena keamanan untuk semua orang sangat penting,” pungkas Cissy.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Presiden: Pastikan Kebijakan Penyandang Disabilitas Berjalan Baik

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 03 Desember 2020, 15:03 WIB
Jokowi menekankan tidak boleh ada penyandang disabilitas yang tertinggal dari program layanan pemerintah. Kaum disabilitas memiliki hak...
ANTARA/Kornelis Kaha

Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Masih Terus Terjadi

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:45 WIB
Erupsi gunung dengan ketinggian 1.623 meter di atas permukaan laut, terekam di seismogram dengan amplitude 5 mm dan berdurasi 25...
Antara

Picik kalau Benih Lobster Dilihat dari Sisi Bisnis Saja

👤Ardi T Hardi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:20 WIB
SKANDAL korupsi benih lobster yang merupakan komoditas biodiversitas Indonesia mengambarkan buruknya pengelolaan biodiversitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya