Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK orang yang mengaku sebagai Aliansi Dokter Dunia, menyatakan bahwa covid-19 tidak benar adanya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa video itu termasuk dalam misinformasi. Dia menjelaskan, misinformasi covid-19 terdiri dari tiga yaitu misinformasi terhadap keyakinan yang bersifat umum, keyakinan terhadap teori konspirasi, dan keyakinan dari agama.
“Konten informasi dalam video ini dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan covid-19 dengan influenza. Kita tahu penyebab, dinamika transimisi dan akibat dari kedua penyakit tsb berbeda,” kata Wiku kepada Media Indonesia, Selasa (27/10).
Baca juga: Realisasi Bansos Tunai Covid-19 Kemensos Capai 82%
Menurut Wiku, misinformasi ini bisa berhubungan dengan empat hal, di antaranya, keyakinan terhadap penanganan pandemi, kepatuhan untuk mencegah covid-19 seperti menggunakan masker, keyakinan terhadap keamanan vaksin, dan minat untuk melakukan vaksinasi covid-19. Dia menuturkan, isu covid-19 bisa disalahartikan karena virus adalah mikroorganisme yang tak kasat mata.
“Kehadirannya baru dapat dirasakan saat mikroorganisme yang bersifat pathogen tersebut dapat menimbulkan manifestasi gejala penyakit pada makhluk hidup. Oleh karena itu kita perlu memahami situasi/ kondisi terkini dengan melihat perkembangan data yaitu kasus aktif, kasus kematian, maupun kasus kesembuhan baik nasional maupun internasional akibat dari penyakit ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Wiku menjelaskan, misinformasi dapat mempengaruhi respons individu terhadap informasi. Oleh sebab itu, masyarakat harus didorong untuk mengevaluasi kredibilitas informasi serta merujuk informasi tentang covid-19 kepada lembaga yang dapat dipercaya seperti WHO, PBB, CDC.
“Di Indonesia tentunya sumber terpercaya diperoleh dari Kemenkes dan Satgas Covid-19. Selain itu untuk mengatasi masalah ini maka dapat dilakukan counter informasi oleh jurnalis dan pengamat yang memiliki ideologi konservatif di media (tokoh masyarakat/ tokoh terpandang) yang memiliki akses terhadap data dan informasi yang valid,” ujarnya.
Meski perkembangan upaya pengendalian covid-19 mengalami kemajuan yang lebih baik, namun Wiku berpesan agar protokol kesehatan termasuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus tetap dilakukan secara disiplin dan kolektif. (H-3)
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved