Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini dampak siklon tropis Molave di perairan barat Filipina terhadap cuaca di Indonesia.
"Memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, berupa hujan dengan intensitas sedang hinggal lebat di wilayah Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan," sebut BMKG dalam laman resminya.
Selain curah hujan berlebih, Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta juga memperingatkan bahwa siklon tropis Molave akan memicu gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.50 m di wilayah Laut Natuna Utara dan Perairan Utara Halmahera.
Dari data TCWC yang terekam pukul 19.00 WIB pada 26 Oktober 2020, siklon tropis Molave terdeteksi di 13.4LU, 117.5BT atau sekitar 1.120 km sebelah utara Tarakan, Kalimantan Utara. Arah gerak siklon ini menuju ke barat dengan kecepatan 14 knots atau 26 km/jam menjauhi wilayah Indonesia. Adapun kecepatan angin maksimumnya sebesar 70 knots (130 km/jam).
TCWC memprediksi selama 24 jam ke depan yakni, pukul 19.00 WIB pada Selasa, 27 Oktober 2020, Molave akan berada di 14.1LU, 112.0BT (sekitar 1350 km sebelah utara barat laut Tarakan) atau ke arah barat, bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum diprediksi 85 knots (155 km/jam).
Pergerakan Molave selama 72 jam kemudian pukul 19.00 WIB pada 29 Oktober 2020 diperkirakan melemah dengan kecepatan angin maksimum 30 knots (55 km/jam).
Di Filipina, ribuan penduduk desa terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Filipina saat topan yang bergerak cepat menghantam daratan, hujan deras membanjiri wilayah pedesaan, angin kencang merusak atap dan menumbangkan pohon serta kabel listrik, kata para pejabat.
Belum ada laporan tentang korban jiwa dari Topan Molave, tetapi pihak berwenang pada Senin (26/10), melaporkan setidaknya satu orang hilang dan tujuh lainnya diselamatkan setelah kapal pesiar mereka tenggelam di lepas pantai provinsi Batangas selatan Manila.
Saat ini, Vietnam bersiap untuk mengevakuasi 1,3 juta orang karena ancaman topan Molave yang memiliki kecepatan angin hingga 125 km/jam dan hembusannya hingga 150 kilometer per jam saat meninggalkan pulau Luzon di Filipina.
Dikutip dari laman TRT World, Molave diperkirakan akan mendarat di Vietnam pada Rabu (28/10) mendatang dengan kecepatan angin hingga 135 kilometer per jam. Ini akan menjadi badai keempat yang melanda Vietnam.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Filipina dan Vietnam juga menjadi korban perlintasan siklon tropis Saudel yang berada di Samudera Pasifik Timur Filipina. (H-2)
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
POHON tumbang menimpa belasan rumah di Kecamatan Panawangan, Pamarican, Kawali, Cikoneng, Rajadesa, Cijeungjing, Cisaga, Cipaku, Banjaranyar, Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
WILAYAH Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda angin kencang sejak Jumat malam lalu dan terus berlanjut hingga Sabtu siang. Situasi dan kejadian ini menyebabkan pohon tumbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved