Rabu 21 Oktober 2020, 04:41 WIB

Sekolah Daring Ganjar Bangkitkan Mimpi Anak Putus Sekolah

AKR/S3-25 | Humaniora
Sekolah Daring Ganjar Bangkitkan Mimpi Anak Putus Sekolah

Ist
Sekolah Daring Ganjar Bangkitkan Mimpi Anak Putus Sekolah

 

SEKOLAH virtual yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka semangat kembali anak-anak yang putus sekolah. Kini, anak-anak itu kembali berkesempatan mengejar cita-cita mereka setelah sempat terkubur dan memilih bekerja.

Syawalianti, dara asli Desa Juwangi, Boyolali, menceritakan kisahnya yang terpaksa harus bekerja di Kota Semarang menjadi cleaning service karena tidak mampu melanjutkan sekolah.

“Saya baru lulus SMP tahun ini, tapi karena tidak ada biaya, saya tidak bisa sekolah di SMA dan akhirnya bekerja di Semarang,” katanya seusai mengikuti pembekalan kelas virtual di SMAN 1 Kemusu, Selasa (20/10/2020).

Lia, begitu akrab disapa, mengaku sejak di bangku SMP sudah menanamkan cita-cita ingin menjadi polisi wanita (Polwan). Namun, kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu mengubur cita-citanya.

Beberapa bulan kemudian, ia mendapat informasi jika ada sekolah virtual yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saya beritahu ke ibu, awalnya tidak percaya jika gratis. Ternyata benar gratis dan dapat handphone. Sekolahnya juga virtual,” ucapnya.

Cita-citanya menjadi Polwan yang sempat terkubur, akhirnya kembali ingin diwujudkannya. “Saya terima kasih kepada Pak Gubernur karena saya bisa sekolah lagi. Sampai sekarang saya masih ingin jadi Polwan atau tentara mengabdi negara,” ungkap Lia.

Rasa haru juga dirasakan Sahid, yang bisa kembali bersekolah. Anak ketujuh dari pasangan Saimin dan Sulastri ini tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Atapnya rapuh dan dindingnya terbuat dari papan kayu.

“Saya sehari-hari menjahit membantu usaha kakak saya, bayarannya per minggu tidak banyak. Saya tidak melanjutkan sekolah karena orangtua tidak mampu,” ceritanya.

Menurutnya, sekolah virtual membuatnya bersemangat untuk melanjutkan sekolah setinggi mungkin. “Kalau cita-cita saya ingin sekolah setinggi-tingginya,” lanjutnya.

Sulastri, ibu Sahid, mengisahkan tidak pernah berhenti mendoakan anaknya jadi orang yang bermanfaat. “Saya selalu mendoakan setelah salat agar anak saya bisa jadi orang pintar dan bermanfaat,” tuturnya.

Sulastri dan suaminya memang dalam kondisi ekonomi yang kurang. Tiap hari, mereka bekerja sebagai buruh tani. “Waktu Sahid lulus SMP 2017, bapaknya sakit-sakitan, jadi tidak ada biaya melanjutkan sekolah.”

Dibukanya sekolah daring membuat Sulastri bersyukur, karena membuka pintu bagi anaknya untuk sekolah. “Alhamdulillah anak saya bisa sekolah lagi. Saya berpesan agar serius bersekolah,” harapnya. (AKR/S3-25)

Baca Juga

DPR

Anggota DPR Beri Catatan untuk Distribusi Vaksin Covid-19

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 29 November 2020, 14:30 WIB
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih memberi catatan penting terhadap distribusi vaksin Covid-19 yang menjadi salah satu harapan...
Antara

Menristek : Pengelolaan SDM Jadi Titik Tumpu Riset

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 29 November 2020, 13:30 WIB
Terjadi perubahan arah riset, bukan hanya sekadar memberdayakan tapi harus bisa menopang...
MI/Ramdani

2.253 Pasien Penuhi Ruang Rawat Inap RSD Wisma Atlet

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 November 2020, 13:26 WIB
Jumlah pasien rawat inap covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya