Selasa 20 Oktober 2020, 07:00 WIB

Berkebun Hasilkan Produk Pangan dengan Tanamanku dari Pupuk Kujang

mediaindonesia.com | Humaniora
Berkebun Hasilkan Produk Pangan dengan Tanamanku dari Pupuk Kujang

DOK PUPUK KUJANG
Growing kit bernama 'TanamanKu'.

 

DI tengah pandemi covid-19 saat ini, berkebun menjadi hobi baru sebagian masyarakat yang dengan mudah dapat dilakukan di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, PT Pupuk Kujang meluncurkan produk inovasi baru sejalan dengan upaya mendukung urban farmer dalam kegiatan berkebun. 

Seiring berkembangnya zaman, kegiatan berkebun tidak harus dilakukan di tempat yang luas. Pekarangan rumah kini menjadi jalan alternatif yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota melalui aktivitas berkebun di rumah yang dapat menyegarkan pikiran.

Produk inovasi baru yang diluncurkan Pupuk Kujang yaitu TanamanKu, growing kit atau paket berkebun praktis yang dibuat untuk masyarakat yang memiliki kendala dalam lahan yang terbatas ataupun bagi masyarakat yang mau memulai untuk berkebun.

TanamanKu merupakan satu paket boks yang berisi berbagai macam kebutuhan untuk menanam di rumah. Di antaranya pot, media tanam cocopeat plus, benih, pupuk NPK Nitroku 16-16-16, dan gelas takar. Dengan paket tersebut, masyarakat dengan mudah untuk bercocok tanam di rumah.

Cocopeat plus terbuat dari bahan organik yang aman dan ramah lingkungan. Selain itu pupuk NPK Nitroku 16-16-16 merupakan pupuk yang mengandung hara lengkap untuk memacu pertumbuhan tanaman.

Keseimbangan nutrisi yang bersumber dari ammonium nitrogen dan nitrat nitrogen menjadikan pemupukan pada tanaman lebih efisien jika dibandingkan dengan pupuk NPK yang berasal dari urea/ammonum based.

Saat ini, Pupuk Kujang telah meluncurkan dua jenis tanaman pada growing kit TanamanKu. Yaitu sayuran sawi dan kangkung. Namun tidak menutup kemungkinan ke depannya Pupuk Kujang akan menyediakan lebih banyak jenis tanaman lain. Adapun cara merawat tanaman ini sudah tertera pada kemasan sehingga mempermudah urban farmer dalam merawatnya.

Jumlah awal pemasaran dilakukan dengan 1.000 paket berkebun yang sudah mulai dipasarkan online melalui marketplace kujangdigimart atau secara offline di transmart terdekat.

Hasilkan produk pangan dari pekarangan rumah berkebun dianggap sebagai aktivitas yang menyenangkan, ramah lingkungan, dan baik untuk kesehatan mental. Selain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, berkebun juga berfungsi untuk meningkatkan kemandirian bagi masyarakat dan bisa dimanfaatkan untuk mengonsumsi sayuran sehat yang segar dan berkualitas.

Berkebun menggunakan TanamanKu cenderung tidak sulit dan cepat panen. Dengan melakukan bercocok tanam di rumah dan hasilkan produk pangan untuk dikonsumsi oleh keluarga, secara tidak langsung kita membantu petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Perkembangannya saat ini tidak hanya petani yang melakukan berkebun atau bercocok tanam, melainkan juga banyak public figure yang menggeluti dunia pertanian sebagai urban farmer. Salah satunya Tantri Namirah yang diundang sebagai narasumber program Obrolan Memupuk Generasi (OMG) Pupuk Kujang pada Jumat, 16 Oktober 2020 yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia.

Berbagi pengalaman dari hobi menarik Tantri di dunia berkebun diterima antusias oleh seluruh peserta Zoom. Apa yang dilakukan Tantri sebagai influencer sekaligus pemilik kebun @kutanami bertujuan mengajak generasi muda proaktif dalam mendukung pertanian untuk mulai menciptakan produk pangan dari pekarangan rumah dan saling memberikan semangat untuk berkebun.

Harapannya dengan adanya TanamanKu, masyarakat dapat berkebun di rumah dengan santai dan tidak perlu khawatir akan lahan yang terbatas. Dan yang tidak kalah penting, masyarakat menjadi lebih terbuka dengan perasaan mereka terhadap alam sekitar. (S2-25)

Baca Juga

ANTARA/Dok PT Bio Farma

Bio Farma akan Bahas Fatwa Halal Vaksin Covid-19 dengan MUI

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:30 WIB
Sinovac telah berkomitmen untuk pengiriman bahan baku vaksin covid-19 secara bertahap sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 hingga...
MI/Rommy Pujianto

Menristek ; Era 4.0 Kampus Penting Dorong Ekosistem Wirausaha

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:52 WIB
"Hal ini penting karena di era otomasi dan digitalisasi ini, dibutuhkan talenta-talenta yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan...
Dok. Kimia Farma

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma-BWA Luncurkan Klinik Apung

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 November 2020, 22:48 WIB
Klinik Apung dirancang sebagai salah satu misi kemanusiaan Kimia Farma guna menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya di masa pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya