Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Layanan Pendidikan Tinggi (LL - Dikti) Wilayah III DKI Jakarta benahi keberadaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) abal abal. Agar tidak merugikan masyarakat sedang dikaji kemungkinan sejumlah PTS tersebut ditutup.
" Agar masyarakat banyak tidak dirugikan kami telah melakukan monitoring dan evaluasi atau monev pada sejumlah PTS yang kami nilai bermasalah atau abal abal.Maka LL Dikti telah menyerahkan sejumlah PTS bermasalah ke Direktorat Jenderal Pendidikaj Tinggi Kemendikbud untuk ditutup, " kata Kepala LL Dikti Wilayah III DKI Jakarta, Agus Setyo Budi di Jakarta, kemarin.
Sebetulnya data PTS abal abal ini bukan data baru, kami lanjutkan dengan monev. Nah saya berani untuk mengajukan.,Karena melihat historinya, saya tidak mungkin mengusulkan untuk ditutup tanpa saya melihat sejarahnya. Sejarahnya memang ada PTS terbukti nakal, akreditasinya tidak diurus walau sudah expired. Terus dilihat pelayanan standar nasional pendidikannya minimal semua, " papar Agus yang juga Guru Besar UNJ ini.
Baca juga : Peta Jalan Pendidikan Perlu Disesuaikan dengan Visi Negara
Dia menegaskan permintaan penutupan PTS serta program studi sejumlah PTS karena tidak mempunyai itikad baik dan etika untuk memperbaiki." Kalau mereka lakukan perbaikan tidak mungkin kita.rekomendasikan ke Dikti untuk ditutup, " pungkasnya.Agus enggan menyebut jumlah PTS tersebut.Ia hanya mencontohkan ada PTS abal.abal yang menempati ruko ruko yang tidak memadai bagi PTS beroperasi.
Saat dikonfimasi Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam menyatakan pihaknya sangat ingin PTS menjadi perguruan tinggi yang berkualitas tinggi. Maka PTS harus sehat dan berkembang. Adapun PTS yang tidak sehat, mahasiswanya sedikit, kualitasnya tidak bagus, dan pendanaan dari yayasannya tidak cukup pihaknya mendorong untuk bergabur atau merger.
PTS tersebut bergabung dengan PTS lain agar lebih besar dan efisien sehingga bisa berkembang dan maju
". Kasihan mahasiswanya jika ternyata perguruan tingginya tidak bermutu.
Kita juga selalu mengedepankan pembinaan, tapi kalau sudaj tidak layak menyelenggarakan pendidikan tinggi, tentu pilihan terbaik adalah dtutup agar masyarakat tidak menjadi korban. Mahasiswanya bisa dipindahkan, atau phasing out, " pungkas Nizam yang juga Guru Besar UGM.(OL-2)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara perguruan tinggi dan mitra industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan dinamika dan tuntutan dunia profesional.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik lintas negara dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui sinergi antarinstitus.
Dekan FPsi UNJ, Gumgum Gumelar, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menyiapkan lulusan psikologi yang adaptif, kompeten.
Berdasarkan rilis resmi THE WUR 2026, UNJ menempati peringkat dunia 1501+ dengan skor keseluruhan 10,3–27,2
Edufair hadir sebagai wadah silaturahim dengan alumni SMA Muhammadiyah 25 baik yang masih kuliah maupun yang sudah berkarier.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved