Jumat 25 September 2020, 11:55 WIB

Kemenag Siapkan Pola Baru Manasik Haji di Tengah Pandemi

Nur Azizah | Humaniora
Kemenag Siapkan Pola Baru Manasik Haji di Tengah Pandemi

ANTARA/Seno
Sejumlah jamaah calon haji (JCH) melakukan proses tawaf saat manasik haji di Stadion Moehammad Saleh, Situbondo, Jawa Timur.

 

KEMENTERIAN Agama, melalui Direktorat Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), menyiapkan pola baru manasik haji. Ini dilakukan agar pembinaan haji dapat tetap berjalan dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

"Seperti kita ketahui, pandemi covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini, Kemenag berkomitmen tetap memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji," kata Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Kemenag Arsyad Hidayat dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9).

Baca juga: Asosiasi Travel Sambut Gembira Rencana Arab Saudi Buka Umrah

Adaptasi kebiasaan baru dari program manasik haji ini akan dilakukan dengan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Arsyad menyebutkan ada tiga model PJJ yang disiapkan Kemenag.

"Ada tiga model yang disiapkan, yaitu PJJ secara offline, PJJ online, serta kombinasi keduanya," tutur Arsyad.

Pada PJJ offline, pemberian manasik haji akan melibatkan media Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Misalnya, melibatkan televisi atau radio.

"Kita bisa kerja sama dengan RRI atau TVRI yang merupakan lembaga penyiaran publik," ungkapnya.

Nantinya, para calon jemaah haji akan diberikan semacam modul yang berisi materi manasik haji untuk dipelajari di rumah. Kemudian, mereka diminta mengikuti siaran pembelajaran manasik melalui radio atau televisi untuk mengisi pertanyaan yang terdapat dalam modul.

"Kemudian pada hari yang yang ditentukan, hasil pekerjaan rumah jemaah akan diperiksa pembimbing manasik," kata Arsyad.

Sedangkan pola manasik online disampaikan melalui platform media sosial. Mulai dari Youtube, Twitter, WhatsApp, Telegram, Instagram hingga Zoom.

"Ketiga, menerapkan PJJ kombinasi (blended learning). Dalam pembelajaran ini akan mengintegrasikan pembelajaran tatap muka/offline dan yang menggunakan sumber belajar online," terang Arsyad.

Dalam setiap pola yang diterapkan, Arsyad berharap para pembimbing manasik menyiapkan diri. Ia pun mengingatkan agar calon jamaah haji selalu menerapkan protokol kesehatan. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Kemkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omikron

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:54 WIB
Menkes menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian omikron akan terjadi di...
Antara

174 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2022

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:10 WIB
Bencana terbanyak, yakni banjir dengan 90 kejadian, cuaca ekstrem dengan 55...
MI/ Lina Herlina

119,7 Juta Orang Telah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:05 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya