Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERHUBUNGAN atau link and match antara dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja dengan perguruan tinggi dinilai belum berjalan optimal. Terkesan masih berjalan sendiri belum bersinergi dengan permasalahan di masyarakat dan dunia industri. Sehingga terjadi missing link antara pereka cipta dari kalangan perguruan tinggi dengan kalangan investor .
Kendati begitu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengaku optimistis ekosistem rekacipta yang tengah digalang bersama melalui kolaborasi pentahelix antara pemerintah, investor, akademisi, media, dan komunitas dapat menjawab permasalah missing link tersebut.
Hal itu ditegaskannya dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) Ditjen Dikti Kemendikbud bersama SWA Group bertajuk Membangun Ekosistem Reka Cipta Indonesia melalui Kolaborasi Pentahelix sebagai implementasi Kampus Merdeka di Jakarta, Senin (7/9)
“Jadi amat penting dan strategis program pentahelix untuk bersinergi serta memperkuat kolaborasi sehingga complain dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja pada perguruan tinggi dapat tertanggulangi.Pasalnya selama ini ada semacam broken link atau tidak nyambung dari lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi,”papar Nizam.
Guru Besar Universitas gadjah Mada itu mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberi hikmah ditengah dampak yang menyertainya, yakni lahirnya berbagai macam karya dan inovasi dari dunia kampus.. Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, riset reka cipta merupakan tujuan dari perguruan tinggi yang melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki semangat kemandirian, inovatif, kompetitif dan solutif bagi masyarakat.
Dengan landasan tersebut, perlu terciptanya Kampus Merdeka yang merupakan pola baru dalam sistem pembelajaran pendidikan tinggi di Indonesia sehingga beberapa hal perlu disesuaikan dalam menghadapi perubahan zaman seperti kurikulum, sistem teknologi informasi dan lainnya.
“Perguruan tinggi berlomba menciptakan alat dan obat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Lebih dari 1.000 inovasi berbentuk teknologi dan obat diciptakan oleh perguruan tinggi, di antaranya masker 3D, robot perawat, drone, alat rapid test, ventilator, dan sebagainya. Sementara itu, investor turut mendukung produksi berbagai reka cipta tersebut. Sejatinya, fenomena ini menjadi contoh yang selayaknya dilakukan antara pereka cipta dan investor,” ungkap Nizam.
Reka cipta merupakan sebuah upaya revitalisasi dan aktualisasi terhadap sebuah karya, agar kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh semua elemen secara efisien dan efektif dalam kehidupan sehari.
Baca juga : Kemendikbud Bangun Platform Kedai Reka Hubungkan Inventor-Investor
Berangkat dari fenomena itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), memutuskan membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan. Tujuannya, untuk membangun ekosistem rekacipta di Indonesia sebagai implementasi Kampus Merdeka serta mendorong peran dunia industri dalam mendukung para pereka cipta di perguruan tinggi.
Dengan adanya hubungan keterkaitan antara kampus dengan dunia industri, maka akan ada keterikatan antara riset reka cipta di perguruan tinggi dengan industri dan kebutuhan masyarakat, sehingga dampak kebermanfaatan bagi masyarakat dapat terwujud dengan semangat gotong royong inovator, industri, pemerintah, media, dan komunitas.
“Tak hanya kampus dan industri, diharapkan komunitas lokal atau masyarakat mampu terdampak secara langsung maupun tidak langsung dari hasil riset reka cipta tersebut,” tuturnya.
Selain itu, guna terealisasinya ekosistem rekacipta yang dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri, Ditjen Dikti tengah mengembangkan platform digital Kedai Reka yang dapat mempertemukan sekaligus menghubungkan antara mahasiswa, dosen di perguruan tinggi dengan industri. Rencananya, platform ini akan diluncurkan pada Oktober 2020,
Ia menjelaskan, dalam platform Kedai Reka, tidak ada lagi batasan birokrasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Artinya, mahasiswa, dosen, masyarakat umum, petani, dan elemen lainnya dapat berinteraksi dan melakukan sinergi.
“Kami berharap, platform Kedai Reka ini dapat mempertemukan inventor dan investor yang memberi solusi di masyarakat dan bangsa” tutup . Nizam.
Kolaborasi yang telah dilakukan Ditjen Dikti Kemendikbud telah digalang bersama , Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, dan Kadin Jawa Barat.
Pimpinan SWA Group Kemal gani berharap dari FGD yang digelar bersama Ditjen Dikti Kemendikbud, dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi kalangan perguruan tinggi terkait reka cipta agar bisa selaras dengan kebutuhan dunia industri. (OL-7)
Perguruan tinggi sebagai pengampu pendidikan tinggi disebut harus bisa melakukan berbagai terobosan dan penguataan kelembagaan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Gogot menyebut harga satuan perangkat yang dibeli pemerintah sebesar Rp5,2 juta tanpa paket Chrome Device Management (CDM ).
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved