Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang akan mengalami kekeringan meteorologis.
"Pada dasarian III Agustus 2020, prakiraan curah hujan di bawah 20 mm dengan peluang lebih dari 70% terjadi di sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Bengkulu, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Maluku dan sebagian kecil Papua," kata Deputi Meteorologi BMKG Herizal kepada Media Indonesia, Sabtu (29/8).
Adapun, sejumlah daerah tersebut, kata Herizal, perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi kekeringan.
Baca juga : Waspadai Computer Vision Syndrome Meningkat di Masa Pandemi
"Antara lain, budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air," kata Herizal.
Selain itu, daerah-daerah rersebut juga harus mewaspadai kebakaran hutan, lahan dan semak pada musim kemarau mendatang.
"Selain itu, yang terpenting, hemat penggunaan air bersih," tandasnya. (OL-7)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved