Rabu 19 Agustus 2020, 05:10 WIB

Berpacu Uji Vaksin Covid-19

Nur Azizah | Humaniora
Berpacu Uji Vaksin Covid-19

Antara
Peneliti di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Biofarma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020).

 

PENELITI dan perusahaan farmasi dari seluruh dunia berlomba menemukan vaksin virus korona atau covid-19. Termasuk perusahaan asal Indonesia, PT Biofarma, bersama perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, saat ini tengah menjalani uji klinis tahap akhir vaksin.

Ini menjadi satu dari tujuh kandidat vaksin yang perkembangannya paling maju. Sementara, ratusan kandidat vaksin lain masih dalam uji coba tahap satu dan dua.

"Sinovac yang berkonsorsium dengan Biofarma adalah perusahaan atau pihak yang memiliki kandidat vaksin yang paling maju," kata Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito di Istana Negara, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, perlombaan menemukan vaksin covid-19 masih panjang. Uji klinis tahap tiga diperkirakan selesai awal 2021.

Untuk memuluskan penemuan vaksin, dibutuhkan 1.620 relawan. Nantinya, 50% dari mereka akan disuntikkan vaksin covid-19 dan sisanya akan disuntikkan plasebo untuk melihat keefektifannya.

Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad, Rodman Tarigan, mengatakan jumlah relawan per 18 Agustus telah melampaui target. Kendati begitu, pendaftaran relawan akan tetap dibuka hingga akhir Agustus 2020.

"Sudah ada 2.171 orang yang mendaftarkan diri," kata Rodman Tarigan kepada Medcom.id, Selasa (18/8).

Penyuntikan vaksin akan dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Lokasinya tersebar di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Sukapakir. Semuanya di Kota Bandung.

"Setiap tempat akan menyuntikkan 25 orang. Penyuntikan akan kembali dimulai 25 Agustus 2020," ujar Roadman.

Bila vaksin ini telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maka akan diproduksi sebanyak 250 juta dosis per tahun.

Vaksin Merah Putih

Selain bekerja sama dengan Sinovac, Indonesia juga sedang mengembangkan sendiri vaksin covid-19. Vaksin buatan anak bangsa ini dinamai Vaksin Merah Putih.

Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan menggunakan DNA virus asli Indonesia. Vaksin tersebut hanya menggunakan subpartikel atau bagian-bagian tertentu dari virus covid-19.

Presiden Joko Widodo berharap vaksin Merah Putih bisa diedarkan tahun 2021. Sama seperti target vaksin yang dikembangkan PT Biofarma dan Sinovac.

"Kita telah tiga bulan ini mengembangkan vaksin sendiri dari isolate yang dikembangkan dari covid yang beredar di Indonesia. Kita harapkan vaksin Merah Putih akan segera selesai," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2020.

Kolaborasi Unair, TNI, dan BIN

Lomba menemukan vaksin dan obat covid-19 juga diikuti sejumlah lembaga negara dan universitas di Indonesia. Salah satunya, Universitas Airlangga (Unair) yang mengklaim telah menyelesaikan uji klinis fase tiga obat covid-19.

Unair bekerja sama dengan TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Ada lima obat yang diciptakan untuk mengobati pasien covid-19 tanpa ventilator.

Lima obat tersebut ialah hasil kombinasi Lopinavir, ritonavir, dan azitromisin. Lopinavir dan ritonavir biasa digunakan untuk menghambat perkembangan virus HIV.

Adapun azitromisin biasa digunakan untuk mengobati infeksi paru dqn tenggorokan. Kombinasi kedua ialah lopibavir, ritonavir dan doksisiklin.

Doksisiklin merupakan senyawa antibiotik untuk menghilangkan parasit. Kombinasi ketiga, yaitu Lopinavir, ritonavir, dan klaritromisin.

Klaritromisin untuk mengobati infeksi bakteri dan pneumonia. Kombinasi obat keempat adalah hidroksiklorokuin dan azitromisin. Hidroksiklorokuin untuk mengobati penyakit Malaria.

"Kami harapkan adanya penurunan angka kematian daripada covid-19," kata Sestama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo usai penyerahan uji klinis tahap ketiga obat covid-19 oleh Universitas Airlangga (Unair), di Mabes AD, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Komite Nasional Penilai Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Anwar Santoso menegaskan belum ada obat covid-19. Ia mengatakan seluruh calon obat masih dalam proses uji klinis.

"Sampai saat ini, belum ada yang dikatakan (obat covid-19). Sampai sekarang belum ada satu pun yang menyatakan ada obat yang manjur dan aman untuk covid-19 semuanya dalam masih dalam fase uji klinik," kata Anwar di Jakarta Timur, Selasa (18/8).

Anwar menjelaskan, BPOM belum merekomendasikan satupun obat pada masyarakat. Sebab, untuk mengizinkan obat tersebut beredar di masyarakat harus melewati serangkaian penelitian.

"Harus ada nilai saintifik. Ada manfaatnya dan social value bagi masyarakat sehingga keselamatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat terjamin," kata dia.

Namun, ia tak memungkiri ada sejumlah peneliti yang sedang meracik obat covid-19. Sebelum diproduksi secara massal, obat tersebut wajib di-review oleh BPOM.

"Beberapa sedang diuji klinik, sedang dilaksanakan dan kemudian sudah dilakukan review oleh Badan POM," ungkap Anwar. (X-15)

Baca Juga

Antara/Nyoman Hendra

Oktober, Kunjungan Wisman ke RI Hanya 158 Ribu Orang

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:57 WIB
BPS melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih landai. Kondisi itu dipengaruhi pandemi covid-19 dan kebijakan...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

Kemendikbud: Pembelajaran Tatap Muka 2021 Bagi Sekolah yang Siap

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:30 WIB
 Pembelajaran tatap muka bukan diwajibkan namun dimungkinkan dengan memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan dalam SKB 4...
Istimewa

PFN Gelar VVF 2020 Picu Kreatifitas Perempuan saat Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:05 WIB
PERUSAHAAN Umum Produksi Film Negara kembali menggelar Vital Voices Festival 2020 bertema Percepatan Pemulihan Ekonomi Bersama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya