Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN pemuda kembali memboyong proklamator Soekarno- Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Berbeda dengan Wikana, kali ini para pemuda memboyong Soekarno dan Hatta melalui buku cerita bergambar (cergam).
Di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Karawang, Nurbani Wibowo melaunching cergam berjudul Rengasdengklok. Dalam bukunya, Nurbani ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengingat peristiwa bersejarah kedatangan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Tepat 75 tahun silam, Soekarno dan Hatta diboyong ke Rengasdengklok beserta keluarga dengan tujuan mendorong dua tokoh bangsa itu segera mendeklarasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Saya mencoba membuat buku cerita bergambar, sebagai upaya untuk mengenalkan sejarah Rengasdengklok yang ramah anak," ungkap Nurbani sebagai illustrator cergam Rengasdengklok kepada mediaindonesia.com, Minggu (16/8).
Dalam cergamnya, Nurbani membuat dua orang tokoh utama fiksi bernama Raka seorang anak SMP dan adiknya bernama Rai yang masih duduk di sekolah dasar. Mereka merupakan dua anak yang haus akan ilmu pengetahuan tentang sejarah nasional.
Dalam perjalanannya, Raka dan Rai di Rengasdengklok bertemu dengan Idris penjaga Tugu Kebulatan Tekad, dan cicit Djaw Kie Siong, yang rumahnya pernah disinggahi Soekarno-Hatta.
Dua bocah tersebut mendengarkan cerita diboyongnya Soekarno dan Hatta oleh kaum muda pada 16 Agustus 1945 dini hari. Mereka mendesak golongan tua segera memproklamirkan kemerdekaan.
Kemudian dalam buku juga diceritakan, Ahmad Subarjo, tokoh asal Karawang, menjadi penengah antara golongan tua dan muda. Ia menjamin kepada golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan secepatnya.
"Memang hampir sama dengan sejarah yang kita pelajari di sekolah. Tetapi ada sejarah juga diajarkan salah satunya adalah penurunan bendera Jepang yang juga dilakukan di Karawang tepatnya di kantor Kewedanaan Rengasdengklok," ungkapnya.
Butuh waktu 1,5 tahun Nurbani membuat cergam Rengasdengklok, karena ia harus melakukan riset tentang metode yang mudah dipahami anak-anak. Selain itu Nurbani juga menggandeng penulis sejarah lokal Yuda Febrian yang menulis Rengasdengklok Undercover.
"Banyak yang tidak tahu tentang Rengasdengklok. Bahkan teman-teman saya mengatakan lokasi Rengasdengklok ini di Surabaya dan Cirebon," ucapnya.
Nurbani berharap cergam Rengasdengklok bisa menjadi buku literasi sejarah untuk anak SMP dan SD di Karawang. (OL-13)
Boneka ini merupakan hasil kolaborasi tim Mattel di Indonesia dan El Segundo, California, dan dipamerkan untuk umum di Mal Kota Kasablanka hingga 24 Agustus 2025.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan IWIP Fun Games 2025 pada 8–15 Agustus 2025, yang menghadirkan delapan kategori perlombaan.
Panitia menyelenggarakan lomba edukatif yang diikuti anak balita hingga pelajar SD.
PT GNI yang beroperasi di Morowali Utara ini menggelar upacara bendera dan beragam lomba kebersamaan yang diikuti oleh ratusan karyawan.
Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, hari ini, 17 Agustus 2025.
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved