Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengadakan rapat koordinasi nasional (rakornas) secara daring untuk membahas pengawasan dan pengaduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.
Rakornas dihadiri perwakilan dinas pendidikan tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Termasuk sejumlah kepala sekolah terkait laporan PPDB yang diterima KPAI.
"Pada PPDB 2020, KPAI menerima 224 pengaduan yang meningkat 200% ketimbang tahun lalu berjumlah 95 aduan, " ujar Komisioner.KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/7).
Baca juga: Kemendikbud Evaluasi PPDB Bermasalah
Adapun 224 pengaduan terkait PPDB meliputi DKI Jakarta sebanyak 200 kasus (89%). Sisanya 24 kasus (11%) berasal dari sejumlah daerah. Rinciannya, Sidoarjo, Pasuruan dan Malang masing-masing hanya 1 kasus.
Kemudian, Tangerang dengan 3 kasus, Bantul 1 kasus, Bekasi 5 kasus, Bogor 2 kasus, Bandung 1 kasus, Semarang 2 kasus, Pekanbaru 2 kasus, Medan 1 kasus, Padang 1 kasus, Buleleng 1 kasus dan Makassar 1 kasus.
Baca juga: PPDB Kocar-Kacir, Mendikbud Nadiem Harus Tegur Pemprov DKI
Pengaduan berasal dari seluruh jenjang pendidikan, dari tingkat SD sampai SMA. Untuk tingkat SD tercatat 4 kasus (1,8%), SMP sebanyak 72 kasus (32,2%) dan SMA dengan 148 kasus (66%).
Retno mengungkapkan aduan PPDB didominasi masalah kebijakan sekitar 209 kasus (95%) dan masalah teknis sebanyak 11 kasus (5%). Ada tiga pengaduan terkait dugaan kecurangan berupa pemalsuan dokumen domisili, serta satu kasus dugaan jual beli kursi di jenjang SMA.
Menyoroti aduan soal kebijakan, seperti keberatan dengan ketentuan jalur prestasi yang dibuka setelah jalur zonasi dan afirmasi. Lalu, ketentuan persentase jalur prestasi, penggunaan kriteria usia dan ketentuan domisili dengan minimal satu tahun.
Baca juga: Pendaftaran PPDB Zonasi Bina RW Ramai Dikritik Warganet
Terkait aduan masalah teknis, lanjut Retno, menyasar kesulitan login dan calon peserta didik terlambat mendaftar PPDB. Kemudian, kekeliruan mengisi data pendaftar, kekeliruan mengisi jalur dan orang tua yang tidak paham pendaftaran daring. Ada pula aduan soal verifikasi yang lambat.
KPAI menyampaikan sejumlah rekomendasi, yaitu mendorong pemerintah pusat dan daerah memastikan pemerataan kuantitas dan kualitas sarana sekolah dan tenaga pengajar. Serta, mendesak pemerintah mengevaluasi sistem zonasi agar tidak menjadi polemik di tahun mendatang.(OL-11)
KpAI meminta media massa, khususnya lembaga penyiaran, berperan aktif mengawal implementasi PP Tunas
Permen tersebut mengatur secara teknis berbagai ketentuan dalam PP Tunas, termasuk pengelolaan akun anak dan profil risiko pada platform digital.
KPAI MENYOAL keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka di tengah krisis global butuh kesiapan
Seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
KPAI mendorong penerapan tiga pilar utama dalam pemulihan trauma anak di wilayah terdampak bencana. Pilar pertama adalah trauma healing berbasis resiliensi ekologis (eco-healing).
KONTEN bertajuk 'Sewa Pacar 1 Jam' buatan konten kreator berinisial SL, warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berbuntut panjang.
Medcom Goes to School akan hadir setidaknya 3-4 kali sepanjang 2026 dengan menyasar sekolah-sekolah di Jabodetabek.
Kesempatan halalbihalal setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan juga menjadi ajang untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan penggunaan kendaraan umum agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
JIKA bencana ialah guru, ia mengajar dengan cara paling kejam, melalui tangis dan nyawa yang melayang.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved