Selasa 04 Agustus 2020, 14:15 WIB

Antisipasi Puso, BMKG Imbau Petani Rekayasa Komoditas

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Antisipasi Puso, BMKG Imbau Petani Rekayasa Komoditas

ANTARA/SISWOWIDODO
Warga memancing ikan di Waduk Saradan yang debit airnya mulai menyusut di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (25/7).

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak petani untuk menyiasati perubahan iklim melalui rekayasa komoditas, yaitu menyesuaikan jenis bibit komoditas, serta pola dan waktu tanamnya dengan kondisi cuaca dan iklim.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, cara ini perlu dilakukan guna mengantisipasi puso atau gagal panen yang berakibat kerugian ekonomi.

Baca juga: BNPB Antisipasi Dampak Kemarau di Sejumlah Wilayah

“Petani perlu jeli dalam memperhatikan cuaca dan musim. Pilih tanaman yang cocok dengan musim tersebut. Jangan paksakan tanam padi yang membutuhkan banyak air pada saat musim kemarau,” kata Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).

Dwikorita menjelaskan petani perlu mencari alternatif komoditas setiap kali pergantian musim. Tentunya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan musim, agar diperoleh harga jual yang juga baik.

Maka dari itu, BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) agar petani bisa memanfaatkan informasi dan prakiraan cuaca dengan baik. Pasalnya, pranata mangsa yang selama ini kerap dijadikan acuan petani seringkali meleset akibat perubahan iklim.

“Pentingnya memahami cuaca dan iklim itu agar para petani dan penyuluh pertanian bisa memilih waktu tanam yang tepat, jenis dan pola tanaman yang seperti apa, agar produksi panennya lebih tahan dan lebih tangguh terhadap fenomena cuaca dan iklim yang akhir-akhir ini semakin tidak terduga”, paparnya.

Dwikorita menyebut bahwa informasi terkait prediksi dan prakiraan cuaca serta peringatan dini cuaca ekstrem dapat diterima secara real time melalui Aplikasi Mobile Phone "Info BMKG" yang dapat diinstal dari Play Store atau Apple Store.

Para petani dan penyuluh pertanian lanjut Dwikorita, dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengantisipasi dan meminimalkan kerugian akibat salah tanam tersebut.

"Informasinya dapat dicari melalui aplikasi info BMKG yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store, setelah di download kemudian sentuh Menu Cuaca, pilih wilayah Propinsi Jawa Tengah, lalu pilih Kabupaten Magelang, dan cari Kecamatan Ngablak," sebutnya

Di aplikasi itu petani bisa melihat prakiraan cuaca untuk tujuh hari kedepan seperti apa, suhu udaranya berapa, hujannya bagaimana, kecepatan anginnya, dan lain sebagainya.

Dwikorita berharap petani dan penyuluh pertanian dapat memaksimalkan teknologi digital dalam mengantisipasi perubahan iklim terhadap kelangsungan pertanian.

"Jadi setelah SLI ini selesai, kami berharap bapak-ibu bisa mandiri dalam memahami cuaca dan iklim, termasuk bagaimana menghadapi kekeringan. Kami akan terus menyampaikan informasi terkait cuaca dan iklim, baik berupa prakiraan cuaca setiap 3 jam ataupun Peringatan Dini cuaca dan iklim ekstrem, karena hal tersebut merupakan tugas dari BMKG," ujarnya.

Dalam kunjungan ke Sekolah Lapang Iklim di Desa Jogoyasan, Kecamatan, Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (3/8). Dwikorita bersama Kepala Dinas Peranian, dan para Petani juga melakukan penanaman bersama tanaman tomat. Komoditas ini dinilai cocok dibudidayakan di musim kemarau. Sebab, tanaman tomat akan rentan terserang penyakit bila media tanamnya tergenang air/becek. (H-3)

Baca Juga

MI/ Abdillah M Marzuqi

Bebelac Salurkan Bantuan Nutrisi untuk Anak di Panti Asuhan

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:40 WIB
Bantuan itu disalurkan melalui program donasi Anak Hebat Berbagi selama bulan Ramadan tahun...
Antara/Asprilla Dwi Adha

PTN Diminta Penuhi Kewajiban Kuota 20% bagi Mahasiswa Tidak Mampu

👤Faustinud Nua 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:24 WIB
"Kuota 20% bagi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi merupakan amanah UU Dikti. Dipenuhi melalui kombinasi semua jalur. Harusnya semua...
Antara/Asep Fathulrahman

Wisatawan Membludak, Sandiaga Sebut Pemda Bertindak Cepat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:53 WIB
"Alhamdulillah para pemda segera mengambil tindakan untuk yang terlalu tinggi (jumlah pengunjung) bisa ditutup sentra ekonomi kreatif...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya