Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melalui Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) telah melakukan sebuah penelitian panjang yang merupakan program pengembangan genetik bioprospeksi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penelitian yang dimulai sejak tahun 2017 dan bekerjasama dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini telah menemukan mikroba yang bermanfaat bagi masyarakat untuk ketahanan pangan dan ekonomi, yaitu:
1. Bakteri Lysinibacilus fusiformis yang merupakan baktri pemicu pertumbuhan akar atau yang dikenal sebagai plant growth promoting rhizobacteria (PGPR)
2. Bakteri Pseudomonas syiringae, baktei ini dapat melindungi tanam dari frost sehingga tanaman tahan terhadap embun yang membeku (es) pada tanaman yang mengalami frost seperti di Dieng, Bromo dan daerah lainnya.
3. Cendawan Lecanicilium sp. merupakan cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutu-kutuan.
Baca juga: Dikubur, Paus Biru yang Mati di Teluk Kupang
Pengembangan biopropeksi ini sejalan dengan Road Map Pembangunan hutan 2045 yang oleh Bappenas pada tahun 2040 ditargetkan Indonesia “Menguasai Pangsa Pasar Bioprospeksi Dunia“.
Penemuan ini telah teruji baik di tingkat laboratorium maupun plot percobaan. Selain itu juga berhasil meningkatkan produksi tanaman pangan serta mengurangi biaya produksi.
Direktur Konservasi Keanekaragam Hayati (KKH), Direktorat Jenderal KSDAE Indra Exploitasia, dalam kunjungan kerjanya di Balai Taman Nasional Gunung Ciremai mengatakan bahwa di masa yang akan datang Biopropeksi diharapkan dapat menjadi model dalam pemanfaatan berkelanjutan dari kawasan Konservasi. Keseimbangan antara kelestarian kawasan dan kesejahteraan.
“Ke depan hasil penemuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat daerah penyangga hutan konservasi sekaligus bisa meningkatan ketahanan pangan dan ekonomi menjadi lebih baik,” kata Indra dalam keterangan tertulisnya Kamis (23/7).
Sementara itu, Kepala Balai TNGC, Kuswandono, menyebut bahwa Balai Taman Nasional Gunung Ciremai akan terus melakukan inovasi pengelolaan kawasan konservasi. Hal ini baru sebagian kecil dari pengelolaan keaneragaman hayati yang ada di Taman Nasional Gunung Ciremai.
“Penelitian akan dilanjutkan untuk mengungkap ‘misteri’ keanekaragaman hayati di TNGC agar dapat diambil manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan pada khususnya dan rakyat Indonesia serta dunia pada umumnya,” terangnya.
Pada kunjungan kerja ini, Indra Exploitasia berkesempatan melepasliarkan seekor trenggiling (Manis javanica) dan 15 ekor Ular Sanca Batik (Python reticulatus) di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Majalengka, TNGC.
Satwa-satwa tersebut merupakan hasil penyelamatan masyarakat akibat banjir di Jakarta dan diserahkan langsung kepada Balai KSDA Jakarta atau melalui petugas Pemadam Kebakaran, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota dan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, selama periode Januari sampai Juni 2020. (H-3)
Polda Riau mengungkap kasus dugaan pelanggaran konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di Kabupaten Bengkalis.
Studi terbaru ungkap hutan hujan Australia tak lagi jadi penyerap karbon. Suhu tinggi dan kekeringan membuat hutan justru melepaskan CO2 ke atmosfer.
Regenesis juga menegaskan keselarasan APP Group dengan Rencana Aksi Strategis Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025-2045 yang diluncurkan pemerintah
KETUA Delegasi RI untuk COP29, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto telah menyetujui reboisasi atau penghijauan kembali besar-besaran.
PT Eigerindo MPI, distributor brand EIGER Adventure, berkolaborasi dengan Yayasan Wanadri untuk menanam dan merawat 10.000 bibit mangrove di Belitung
SEKRETARIS Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mendorong pemerintah secara kolaboratif menciptakan kebijakan yang mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Satwa mencakup semua jenis hewan, mulai dari yang berukuran kecil seperti serangga, hingga hewan besar seperti gajah dan paus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved