Selasa 21 Juli 2020, 22:30 WIB

Warisan Budaya, Kemendikbud Gencar Gaungkan Jalur Rempah

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Warisan Budaya, Kemendikbud Gencar Gaungkan Jalur Rempah

Dok. Pribadi
Ilustrasi jalur rempah nusantara

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan terus menggaungkan keberadaan Jalur Rempah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan,Jalur Rempah merupakan sebuah sejarah yang tidak boleh ditelan perkembangan zaman.

Disisi lain Kemendikbud menargetkan pada 2024 bisa menominasikan jalur rempah menjadi warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.

"Kebijakan dari kemendikbud terkait dengan jalur rempah, dalam dua tahun terakhir ini telah melakukan pendataan, riset mengumpulkan hasil-hasil dan temuan-temuan dilapangan mengenai sejarah jalur rempah " kata Hilmar Farid pada talk show di stasiun tv nasional.

Ia berharap, dalam program ini jalur rempah nantinya bukan hanya untuk kepentingan sejarah yang sifatnya masa lalu, tetapi juga untuk relevan dengan masa kini.

Hilmar mencontohkan, di tengah pandemi Covid-19, rempah-rempah asli Indonesia justru banyak yang memberikan khasiat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal penyakit tersebut. Bahkan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan sudah mulai mengeksplorasi rempah asli Indonesia.

”Kita berharap potensi rempah yang kita miliki saat ini punya kontribusi terhadap kesehatan global dan itu sudah dilakukan selama ratusan tahun. Rempah rempah ini punya khasnya bermacam macam digunakan untuk makanan, pengobatan herbal. Negeri dengan keanekaragaman budaya yang luar biasa, tidak seperti tambang, kalau semakin digali semakin habis kalau budaya semakin digali semakin banyak yang keluar, jadi ini saya kira untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Bupati Halmahera Barat Danny Missy mengatakan, Maluku Utara merupakan daerah yang memiliki kekayaan rempah seperti, cengkeh, pala, lada yang pada zamannya diperebutkan oleh Portugis, Belanda, Spanyol, dan bangsa-bangsa lain, sehingga wilayah Maluku Utara masuk jalur rempah.

Baca juga : Mendikbud Tak Ingin Kampus dan Sekolah Jadi Episentrum Penularan

Karena itu, harus ada kerjasama antar daerah untuk mengangkat kembali sejarah kepulauan rempah.

”Untuk kabupaten Halbar sendiri dalam rangka meningkatkan kapasitas pemahaman terhadap jalur rempah ini, kami menggandeng javara membutuhkan olahan makanan dari rempah, seperti teh rempah, kopi rempah, kue rempah yang berasal dari pala dan cengkih, sehingga bisa dikemas dalam bentuk makanan atau minuman yang ditingkatkan hingga pada tahapan ekspor,”ungkap Danny.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Halbar itu berharap, apa yang telah dia canangkan terkait potensi rempah di Maluku Utara, terutama Halbar bisa diteruskan terkait budidaya pala, cengkeh, kayu manis dan lain sebagainya.

Ia pun telah membuat kebijakan dari sektor pertanian dengan membuat program menanam pala dan cengkih di areal perkebunan masyarakat.

”Di halbar, kita melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka merefleksi kembali jalur rempah dengan cara membuat kegiatan festival,”ujarnya.

Halbar tahun lalu juga sukses menyelenggarakan Festival Kepulauan Rempah yang mengangkat tentang potensi rempah di wilayah Halbar dan festival 7 suku (rera tumding). Festival itu bertujuan mentransfer pengetahuan kepada generasi muda agar mereka mengingat kembali tentang sejarah rempah rempah dan dijadikan bagian dari potensi budaya.

”Dari berbagai kegiatan festival yang kita angkat, dengan sendirinya muncul permainan tradisional ada juga bahasa-bahasa yang sudah hampir punah itu muncul lagi dan inilah yang harus kita kembangkan dalam rangka mengulas kembali sejarah rempah dan ketersambuangan budaya di Indonesia Timur,” pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

BMKG: Aktivitas Gempa Awal 2021 Meningkat Signifikan

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:31 WIB
"Tentu saja aktivitas gempa awal Januari 2021 ini tidak lazim, karena dalam 20 hari saja sudah terjadi aktivitas gempa dirasakan...
MI/Ramdani

Menhub: 36 Ahli Waris Sriwijaya Air SJ182 Sudah Dapat Santunan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 16:20 WIB
SEBANYAK 36 ahli waris korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah menerima santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta untuk...
Antara/ Syifa Yulinas

Olah Sawit, LIPI Usulkan Pembangunan Kilang Green Fuel

👤Humaniora 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:55 WIB
Kebijakan dunia di bidang energi yang hanya megizinkan bahan bakar ramah lingkungan harus direspons cepat agar Indonesia tidak tertinggal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya