Selasa 21 Juli 2020, 20:46 WIB

Cegah Dampak Negatif Internet, Bangun Budi Pekerti pada Anak

Atalya Puspa | Humaniora
Cegah Dampak Negatif Internet, Bangun Budi Pekerti pada Anak

Ilustrasi
Ilustrasi internet

 

SURVEI yang dilakukan Google menunjukkan, sebanyak 83% orang tua di Indonesia khawatir anak-anaknya terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya di dunia digital. Untuk itu, pengawasan orang tua dinilai penting untuk memantau aktivitas berinternet anak.

Wakil Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia Wuri Ardianingsih mengungkapkan, orang tua harus mengembangkan nilai berbudi luhur dalam diri anak sejak dini, dan diimplementasikan dalam keseharian, agar tidak menyimpang saat melakukan aktivitas di dunia maya.

"Bagaimana anak-anak bisa komunkasi positif di dunia maya ? Perlu mengembangkan nilai luhur di diri anak supaya kita bisa menyebarkan kebaikan, positif, itu butuh banyak nilai positif. Berbudi pekerti, assertive dalam berkomunikasi, artinya dia paham hak dia dan orang lain butuh dipenuhi dan dihormati. Selain itu memegang nilai untuk stand up untuk sendiri dan orang lain," kata Wuri di Jakarta, Selasa (21/7).

Bukan hanya orang tua, Wuri menekankan pentingnya peran guru dalam membangun sosok anak yang berbudi pekerti. Selain itu, komunikasi yang terbuka harus diciptakan untuk membangun kepercayaan anak.

"Anak di rumah sama di sekolah inputnya positif, tapi di game online jadi negatif. Kalau dia punya komunikasi terbuka dengan ortu dan guru dia bisa tanya," bebernya.

Baca juga : Dukung PJJ, Akademisi Minta Pemerintah Siapkan Akses Internet

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga juga mengajak orang tua untuk mendampingi anak-anak selama berinternet. Bintang mengimbau agar menjadikan anak partner diskusi yang setara.

"Untuk guru, manfaatkanlah teknologi internet sebagai sarana edukasi. Dan untuk anak-anak Indonesia, selalu akses konten bermanfaat sesuai usia kalian," tandasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Google selaku platform digital terbesar di dunia mendukung orang tua dan guru dengan menghadirkan alat dan program yang dapat mengoptimalkan kegiatan internet berkualitas.

Head of Public Affairs Google Asia Tenggara Ryan Rahardjo mengungkapkan, pihaknya pun menghadirkan program-program pendididikan yang membantu anak membangun literasi digital. Selain itu, pihaknya juga menghadirkan sarana pengawasan bagi orang tua kepada anak di dunia internet.

"Salah satunya aplikasi Family Link dari Google, dapat membantu orang tua menciptakan kebiasaan yang sehat untuk anak mereka dan erta, mengawasi anak saat menggunakan internet di sebagian besar perangkat Android atau Chromebook," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Meccaya Group

Meccaya Group Libatkan UMKM Dan Warga Dukung Perayaan Trisuci Waisak 2022 Di Candi Pawon

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:34 WIB
Festival internasional ini diawali dengan doa lintas agama, yang dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai tokoh Indonesia maupun...
Ilustrasi

Migrain Muncul Usai Makan Karbohidrat dan Gula, Benarkah?

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:22 WIB
Kemungkinan besar bukan makanan yang menyebabkan migrain, melainkan migrain yang menyebabkan orang menyantap makanan...
Ist

Peningkatan Fasilitas Puskesmas untuk Cegah Penyebaran Hepatitis Akut

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:00 WIB
Ketika sel hati rusak enzim ini dilepaskan dan kadarnya dalam darah menjadi tinggi. Jika nilai SGOT dan SGPT 100 maka harus dirujuk ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya