Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Keementerian Pendidikan dan Kebudayaan Samto mengatakan, pemerintah serius dalam menangani pendidikan inklusi, yakni pendidikan untuk semua, setara, berkeadilan, termasuk bagi golongan masyarakat yang rentan, termaginalkan, serta anak berkebutuhan khusus.
“Pendidikan inklusi sebenarnya mencakup kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa saja, akan tetapi di Indonesia cenderung terjadi bias disabilitas, seolah-olah ketika berbicara pendidikan inklusi hanya pelayanan kepada anak penyandang disabilitas,” terang Samto saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (8/7).
Terkait penanganan anak berkebutuhan khusus, selama ini Ditjen Paud Dikdasmen Kemendikbud telah memfasilitasi pendidikan bagi penyandang disabilitas yang belajar di sekolah reguler.
Baca juga : Sekolah di Sukabumi Buka 13 Juli, RK : Kelas Dibagi 2-3 Sif
“Fasilitasi yang diberikan antara lain, bantuan sarana aksesabilitas, bantuan sarana pusat sumber, bantuan belajar dan bantuan operasional untuk sekolah reguler penyelenggara pendidikan inklusi,” tuturnya.
Selain itu, Kemendikbud juga memiliki sejumlah program inklusi yang sedang dikembangkan, yaitu peningkatan akses pendidikan inklusi pada sekolah reguler, pembangunan unit sekolah baru, bantuan sarana aksesabilitas, peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan inklusi, hingga pembentukan unit layanan disabilitas di berbagai daerah.
Kemudian, pemerintah juga memberi bantuan belajar bagi peserta didik berupa afirmasi pendidikan menengah bagi siswa dari Papua, Papua Barat, dan daerah 3T, termasuk repatriasi bagi siswa anak TKI dari Sabah Malaysia sehingga semua siswa dengan berbagai latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved