Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten paling rentan mengalami masalah kesehatan jiwa, khususnya kecamasan selama pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikan lewat survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan secara daring pada Mei lalu.
Survei untuk mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa yang dihadapi masyarakat selama pandemi Covid-19 itu dilakukan terhadap 2.800 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Gangguan kecemasan di Jakarta-Banten-Jabar mencapai 7,9 persen responden, atau lebih rendah dibanding responden di luar wilayah tersebut yang mencapai 6,2 persen.
“Kemarin itu kami lakukan survei pada awal Mei, kami berasumsi bahwa kasus awal itu kondisi yang terpapar lebih berat awalnya di DKI Jakarta, Jabar dan Banten memang ternyata lebih tinggi dibanding non-DKI, Jabar, dan Banten,” kata Rofingatul M, peneliti Balitbangkes Kemenkes dalam webinar, Kamis (2/7).
Rofingatul menambahkan, selain masalah kecemasan, sebanyak 8,5 persen responden juga mengalami kondisi depresi. Berdasarkan tempat tinggal, responden yang berasal dari DKI Jakarta, Jabar, dan Banten lebih banyak mengalami depresi yakni sebanyak berasal 10,7 persen dibandingkan responden yang tinggal di luar wilayah tersebut yakni 7,5 persen.
Baca juga : Pasien Sembuh Covid-19 Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Kekhawatiran yang dialami para responden selama pandemi baik pada kelompok tanpa gangguan maupun kelompok cemas dan depresi lebih banyak ditimbulkan oleh kondisi ekonomi diri sendiri dan keluarga serta kesehatan diri dan keluarga.
Rofingatul mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan para responden untuk menjaga/mengatasi gangguan kesehatan jiwa mereka, antara lain, melakukan kegiatan spiritual sebanyak 97,4 persen, kegiatan rekreasonal seperti melakukan hobi 89,4 persen, olahraga 79,5 persen, dan bercerita 79,2 persen.
Namun, masih sedikit di antara mereka yang memanfaatkan bantuan tenaga medis untuk mengatasi gangguan kesehatannya atau sebesar 14,3 persen.
“Kenapa tenaga medis masih sedikit juga salah satunya informan di Bali menyebutkan bahwa belum pernah belum tahu tentang layanan kesehatan jiwa dan juga di satu sisi masih merasa bisa mengendalikan gangguan tersebut,” tandasnya. (OL-7)
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
Skizofrenia merupakan gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat biokimia atau neurotransmiter di dalam otak.
Sangat penting untuk seorang penderita Skizofrenia maupun GB bisa cepat terdiagnosis dan mendapatkan penanganan medis yang tepat oleh personel medis yang kompeten.
Seorang wanita berusia 23 tahun berinisial A nekat melompat dari lantai 19 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Aksi itu ia lakukan lantara panik saat mengetahui ada ODGJ di unit kamarnya.
OCD dicirikan oleh dua elemen utama, yaitu obsesi dan kompulsi, yang terjadi berulang kali dan sulit untuk dikendalikan oleh penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved