Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI-nilai Pancasila sangat terasa dalam kehidupan masyarakat di Indonesia bagian timur. Sejumlah daerah dengan berbagai keberagaman sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tersebut.
"Di penghujung timur dirasakan bahwa nilai-nilai Pancasila terpatri dalam setiap gerak nafas manusia. Ini bisa dibuktikan pada tahun 2004 ada demo besar yang seluruh tokoh agama menyatakan turun ke jalan dengan slogan "Pancasila Yes". Nilai-nilai yang ada pada semua agama," ungkap Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Idrus Alhamid dalam seminar Pancasila dan Kesatuan Bangsa, Rabu (24/6).
Idrus menjelaskan bahwa nilai-nali Pancasila berasal dari kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Kebiasaan itu ada dalam kebudayaan yang tergambar dalam kepribadian bangsa Indonesia.
"Pancasila butiran 1 sampai 5 memiliki makna historis dan keterkaitan antara hal-hal pokok, secara umum berkaitan dengan habituasi dengan sebuah nilai atau absoulsitas," tuturnya.
Terkait dengan Pardigma ilmu, Idrus menjelaskan terdapat berbagai fenomena yang sesungguhnya harus bermunculan dari kampus berbasis agama. Ini agar mampu membumikan Pancasila kepada masyarakat khususnya nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
Selain itu, hadirnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diharapkan dapat mengangkat dan merangsang seluruh lapisan masyarakat untuk mendiskusikan berbagai permasalahan Pancasila. Bagaimana situasi saat ini dan bagaimana memaknai nilai-nilai luhur itu dalam setiap kondisi.
Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa Indonesia ini sangat beragam mulai dari kebudayaan, sosial, etnis, dan lainnya. Untuk itu, diharapkan bahwa tidak ada lagi yang membenturkan aspek agama dengan kelompok tertentu.
"Bahwa masing-masing pemeluk agama menyelenggarakan sesuai ajarannya masing-masing atau toleransi. Sehingga jangan dibenturkan dengan kelompok lain," kata Yudian.
Menurutnya, agama tidak bisa dilaksanakan tanpa adanya unsur kemanusiaan. Lantas jangan ada egoisme agama dan harus saling menjaga kesatuan dan persatuan serta tetap hidup berdampaingan di bumi Indonesia.
Baca juga : Hampir 60% Wilayah Indonesia sudah Zona Hijau Covid-19
"Agama tidak bisa dilaksanakan tanpa adanya unsur kemanusiaan yang didalamnya ada kebudayaan dan berlandaskan pada pengetahuan," imbuhnya.
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa habituasi Pancasila sangatlah penting dalam segala aspek kehidupan. Baik itu aspek ekonomi, sosial, dan budaya, serta lainnya, Pancasila hadir untuk merawat kemajemukan bangsa.
Ekonomi modern dan tradisonal menurut Benny merupakan modal kekayaan yang luar biasa bagi bangsa. Selain itu, modal sosial di Indonesia pun sangat penting.
"Modal sosial di Indonesia luar biasa karena walaupun masyarakat dari berbagai lapisan tapi mereka mempunyai sudut pandang bahwa gotong royong adalah yang utama. Modal budaya juga sangat kaya karena memilki unsur kesatuan, karena memiliki cita rasa yang sama. Dari sinilah Bung Karno menggali nilai-nilai Pancasila," jelasnya.
Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Orang Indonesia punya ikatan kebersamaan dan visi yang sama serta menjadi gugus berpikir, bernalar, bertindak, dan berelasi. Dari lahir, darah daging Pancasila sudah menjadi habitus bangsa.
Untuk itu, ruang publik harus diisi oleh nilai Pancasila dan BPIP berperan mengaktualiuasikan Pancasila di seluruh lapisan masyarakat. Kedepan pendekatan yang akan dilakukan dengan dialog atau adanya proses dialektika yang akan menemukan kearifan lokal.(OL-2)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved