Rabu 10 Juni 2020, 17:35 WIB

Kemendikbud Rancang Lulusan SMK Dapat Ijazah D1/D2

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemendikbud Rancang Lulusan SMK Dapat Ijazah D1/D2

Antara
Ilustrasi

 

DIREKTUR Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan, pihaknya sedang merancang program sekolah menengah kejuruan (SMK) selama empat tahun. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari perbaikan pendidikan vokasi tingkat menengah.

“Beberapa program akan kita coba inovasikan. SMK (belajar) 4 tahun tapi setara D1/D2. Jadi nanti SMK 4 tahun itu dia bisa mendapatkan ijazah D1/D2, Ini yang sedang kita upayakan,” kata Wikan dalam acara Silaturahmi SMK Indonesia dan Bincang-bincang secara daring, Rabu (10/6).

Baca juga: Banyak Ciptakan Pengangguran, Emil Wacanakan Bubarkan SMK

Kemudian, perbaikan lainnya yang akan dilakukan Kemendikbud untuk SMK yakni memperbaiki kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Kurikulum yang baru akan berbeda dari sebelumnya yakni lebih fleksibel agar dapat membentuk lulusan yang mudah beradaptasi dengan industri.

“Kurikulum harus fleksibel dan menjamin hardskill dan softskill muncul. Termasuk kurikulum harus dengan dasar Project Based Learning. Jadi proyek proyek riil masuk ke kelas, anak-anak harus memecahkan project itu dalam berapa bulan. Hasilnya kembali ke industri atau ke masyarakat sebagai project profesional,” jelasnya.

Baca juga :Nurhadi dan Menantunya Diperiksa Secara Silang

Selanjutnya, siswa SMK juga diwajibkan menjalani praktek kerja industrii (Prakerin) agar dapat menguji softskill dan hardskill yang dimiliki. Kompetensi guru berupa softskill dan hardskillnya dalam mengajar di sekolah juga akan ditingkatan.

“Syarat lulus SMK itu tidak hanya menyelesaikan mapel SMK, tapi juga harus lulus prakerin dengan performa yang bisa diterima industri,” imbuhnya.

Di samping itu, dunia industri juga diharapkan agar dapat lebih menghargai kompetensi yang dihasilkan oleh SMK. Menurutnya, SMK dan industri memang harus dihubungkan sejak awal, mulai dari kurikulum, prakerin, dan lainnya.

“Ini semua kalau nanti lulusan SMK Kompetensinya naik, kariernya naik, gajinya naik, industri puas, dan masa depannya baik, maka kita sejak awal melakukan rebranding pada anak-anak tingkat SMP dan orang tuanya. Kita jelaskan, memilih prodi harus sesuai passion jangan hanya mencari ijazah. Apalagi ke depan kalau masuk vokasi bisa lanjut ke sarjana terapan, S2 terapan, dan doktor terapan. Ini yang coba kita yakinkan,” pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Rony Muharrman

Kemenkes Instruksikan Dinkes Input Data Vaksinasi ke Pcare

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:14 WIB
Kementerian Kesehatan menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan untuk segera memasukkan data hasil vaksinasi ke dalam aplikasi...
MI/Adam Dwi

Menko Airlangga Klaim Program 3T Berjalan Optimal

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:05 WIB
Menurut dia, optimalnya program 3T yang dijalankan pemerintah tecermin lewat data. Indonesia memiliki kasus covid-19 sebanyak 939 ribu...
Antara/Rony Muharrman

Asosiasi Rumah Sakit Dukung Vaksinasi Mandiri

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 22 Januari 2021, 02:40 WIB
Menurut Persi, program vaksinasi secara mandiri dapat membantu percepatan vaksinasi covid-19 di Tanah Air. Pemerintah juga harus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya