Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI menghadapi sejumlah kendala di lapangan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) hinga kemarin telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa sebesar Rp2.995.215.000.000 kepada 4.992.025 keluarga miskin.
Pada hari ketiga setelah Lebaran sebanyak 47.030 desa telah menerima BLT dana desa tersebut. Kini, dana itu telah tersalur ke rekening kas desa (RKD) 63.029 desa. Angka tersebut telah memenuhi 84% dari 74.953 desa yang telah menerima transfer dana desa ke rekening kas desa.
“Bisa dilihat ketika sebelum Lebaran, desa yang baru menerima BLT dana desa sebanyak 44.035, tepatnya per 23 Mei. Kemudian libur Lebaran, dan per 26 Mei angkanya sudah 47.030 desa,” jelas Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat telekonferensi, kemarin.
“Meskipun Lebaran, penyalurannya jalan terus sehingga ketika kita melihat antara musyawarah desa khusus (musdesus) dan penyaluran itu jedanya dikit. Ini suatu hal membahagiakan dari komitmen kepala desa yang sudah didata dan berhak mendapatkan dana BLT,” tambahnya.
Adapun desa yang telah melakukan musdesus dan menetapkan calon keluarga penerima manfaat (KPM) BLT dana desa sebanyak 63.834.
Abdul Halim mengatakan desa yang telah melakukan musdesus dan telah menetapkan calon KPM tapi belum menyalurkan dana desa sebanyak 16.804.
Lebih lanjut, Menteri Desa mengungkapkan beberapa masalah terhambatnya penyaluran BLT dana desa, antara lain adanya kepala desa yang baru dilantik saat penyaluran BLT. Selain itu, faktor geografis, yakni lokasi satu desa dengan desa lainnya, turut menghambat penyaluran BLT di lapangan.
Abdul Halim mencontohkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada desa yang kepala desanya baru dilantik sehingga desa tersebut pun belum melakukan penyusunan.
“Masalah lainnya ialah faktor geografis, seperti Papua dan Papua Barat, Provinsi Sumatra Utara (Nias), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara,” imbuh Abdul Halim.
Di tempat terpisah, Menteri Sosial Juliari P Batubara kemarin mengecek kesiapan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Tercatat ada 7.300 kepala keluarga (KK) terdaftar sebagai penerima BST di salah satu kecamatan terpadat di Kabupaten Bekasi itu.
Mensos menyebut penyaluran BST tahap I di Kecamatan Tambun Selatan akan selesai dalam satu-dua hari. Adapun untuk Kabupaten Bekasi secara keseluruhan akan selesai dalam pekan ini.
“Dari total 7.330 KPM penerima BST di Desa Sumber Jaya, sebanyak 2.192 KPM sudah terealisasi. Sementara itu, pada Rabu (27/5) terealisasi 1.500 KPM sehingga total sudah mencapai 50,36%,” ujar Mensos.
Sebelumnya, pada hari pertama kerja setelah Lebaran (Selasa, 26/5) Juliari langsung turun ke lapangan melanjutkan pengecekan distribusi bansos. Mensos meninjau dua titik distribusi di gudang logistik Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Kelurahan Sawangan Baru, Kota Depok. (Iam/X-7)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved