Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjamin data perkembangan kasus covid-19 di Indonesia telah diverifikasi, divalidasi berulang kali dan tidak ada yang ditutupi.
"Data yang sudah disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 sudah melewati verifikasi dan validasi cukup ketat," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Didik Budijanto, dalam telekonferensi dari Graha BNPB, Selasa (28/4).
Baca juga: Data: Penyebaran Covid-19 Melambat di Kawasan ASEAN
Kementerian Kesehatan menekankan tidak ada data yang ditutup-tutupi. Jika ada data yang berbeda, baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat, disebabkan perbedaan waktu penutupan perhitungan.
Alur pengumpulan data covid-19 di Indonesia berawal dari laboratorium jejaring Badan Litbang Kesehatan Kemenkes, kemudian dikirim dan dikompilasi di laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes. Pada tahap ini, Balitbang Kesehatan Kemenkes melakukan validasi dan verifikasi data agar sesuai dan tepat.
"Karena ada beberapa orang yang pemeriksaannya bisa satu sampai empat kali. Oleh karena itu perlu validasi dan verifikasi," imbuh Didik.
Baca juga: Jokowi Minta Data Covid-19 Terbuka dan Terpadu
Selanjutnya, data dari Balitbang Kesehatan Kemenkes dikirim ke Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (PHOEC) Kemenkes. Di situ juga dilakukan proses validasi dan verifikasi. PHOEC turut menerima data dari dinas kesehatan setiap provinsi di seluruh Indonesia terkait penelusuran epidemiologi.
Data yang diberikan dinas kesehatan provinsi juga mencakup informa jumlah spesimen dan jumlah orang yang diperiksa. Berikut, hasil positif dan negatif dari pemeriksaan setiap daerah, data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
Kemudian, PHOEC meneruskan data tersebut kepada Pusat Data dan Informasi Kemenkes yang melewati proses verifikasi dan validasi. Data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi Kemenkes selanjutnya disimpan di sistem gudang data, yang juga terintegrasi dengan sistem Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19.
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Berpedoman pada Data Kemenkes
Setiap ada data baru di gudang data Kemenkes, secara otomatis data tersebut juga diperbarui di sistem data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 dalam waktu 12 menit. Dalam hal ini, data yang disampaikan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan strategis penanganan covid-19.
Masyarakat juga diminta memperbarui informasi terkait kasus covid-19 di wilayahnya. Hal itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular virus mematikan. Pemerintah juga meluncurkan satu data Covid-19 yang terintegrasi dalam satu sistem, sehingga menutup celah perbedaan data.(OL-11)
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved