Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memprediksi wabah demam berdarah dengue (DBD) akan menurun signifikan pada Mei mendatang. Musim hujan sebagai masa berkembang biak nyamuk aedes aegypti akan menurun.
"Mungkin Mei juga sudah kemarau artinya curah hujan sudah sangat rendah," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada Medcom.id, Jumat (24/4).
Nadia mengatakan tren positif mulai terlihat lantaran tidak ada penambahan korban jiwa sejak Rabu, 22 April hingga Kamis, 23 April 2020. Korban jiwa tetap sebanyak 297 orang.
"(Kasus) DBD yang penting juga jangan sampai ada kasus kematian," tegas Nadia.
Baca juga: Kasus DBD Melonjak, Kemenkes Sebut Belum Ada Penanganan Khusus
Meski begitu, jumlah kasus masih bertambah hingga kemarin. Tercatat, ada sebanyak 45.344 kasus di seluruh Indonesia.
Kasus terbanyak berada di Jawa Barat dengan 6.337 kasus kemudian Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 1.679 kasus. Sementara di Lampung ada 4.103 kasus, Jawa Timur 3.622 kasus, dan DKI Jakarta 2.288 kasus.
"Kasus paling sedikit berada di Maluku dengan 11 orang terinfeksi DBD," terang Nadia.
Nadia menjelaskan penyakit DBD paling banyak menginfeksi kelompok usia 15-44 tahun dengan 35% dari total kasus. Kelompok usia selanjutnya adalah 5-14 tahun dengan 29% dari total kasus.
"Kelompok usia yang paling kecil terkena DBD adalah usia di bawah satu tahun dengan lima persen," tutur dia. (A-2)
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved