Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ULAR merupakan salah satu hewan yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan bisa hidup di pemukiman masyarakat, perkebunan maupun di hutan.
Ular dinilai berperan sangat penting bagi keseimbangan ekosistem karena menjadi predator tikus dirumah dan lahan perkebunan. Selain itu, ular juga dapat dimangsa seperti elang dan burung hantu. Jika ular-ular tersebut punah di alam, maka keadaan ekosistem pun menjadi tidak seimbang.
Meski demikian, kasus gigitan ular sering terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga banyak orang yang meninggal karena tidak mengetahui cara penanganan gigitan ular dengan tepat.
Hal itulah yang jadi alasan utama Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (Uhamka) menggelar pelatihan daring bertajuk Teknik Dasar Pertolongan Pertama Penanganan Gigitan Ular Berbisa Saat Tanggap Darurat Covid-19, Rabu (22/4).
Dosen Pendidikan Biologi Uhamka Agus Pambudhi Dharma mengatakan, pelatihan itu merupakan kolaborasi pihaknya dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ( LPPM) Uhamka dan Yayasan Sioux Ular Indonesia yang dipimpin Aji Rachmat.
Baca juga : Sembuh dari Covid-19, Ratri Anindyajati Donorkan Plasma Darahnya
Menurutnya, pelatihan daring ini jadi bagian dari pembelajaran praktikum vertebrata dengan materi reptil (ular) dan pengenalan penanganan gigitan ular kepada masyarakat luas.
"Acara ini kami selenggarakan secara daring lewat media sosial agar banyak juga masyarakat yang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan soal penanganan gigitan ular," kata Agus.
Yayasan Sioux Ular Indonesia yang digandeng Uhamka dinilai mempunyai ilmu pengetahuan yang mumpuni dan berpengalaman dalam pengenalan dan penanganan gigitan ular.
"Kami juga ingin berbagi pengalaman tentang teknik dasar pertolongan pertama dari gigitan ular berbisa saat pandemi Covid-19, sehingga dapat memberi manfaat bagi Uhamka dan masyarakat, " kata Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat. (RO/OL-7)
Penelitian baru mengungkap ular dan reptil lainnya buang air dalam bentuk kristal, berpotensi mengobati penyakit asam urat dan batu ginjal pada manusia.
Di AS, gigitan ular berbisa jarang berujung fatal. Setiap tahunnya, sekitar 7.000 hingga 8.000 orang mengalami gigitan ular berbisa hanya lima yang fatal.
Bupati Indramayu Lucky Hakim juga akrab dengan satwa liar melepas ribuan ekor ular ke sawah di Indramayu.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah salah satu jenis ular berbisa tinggi yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Lebih dari 100 siswa di Bihar, India, jatuh sakit setelah makan siang sekolah yang diduga tercemar dengan ular mati.
Air yang menggenangi pemukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan ancaman baru: kemunculan ular liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved