Selasa 21 April 2020, 14:56 WIB

Ribuan Cacing Kagetkan Warga Solo, Ini Kata LIPI

Ihfa Firdausya | Humaniora
Ribuan Cacing Kagetkan Warga Solo, Ini Kata LIPI

Antara
Ilustrasi

 

PENELITI Bidang Zoologi di Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Nugroho menyebut kemunculan ribuan cacing di Solo dan Klaten beberapa waktu lalu bisa terjadi karena beberapa faktor.

Menurut dia, cacing-cacing tersebut kemungkinan sedang bermigrasi sebagai respons atas perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan lingkungan tersebut, lanjut Hari, bisa terjadi karena perubahan cuaca, perubahan habitat, dan lain sebagainya.

Baca juga:Tapanuli Utara belum Mau Terapkan PSBB, tapi Wajib Masker

"Bisa jadi mereka berpindah ke habitat yang lebih sesuai dengan kebutuhan hidup cacing tanah," jelasnya kepada Media Indonesia, Selasa (21/4).

Namun, untuk jenis cacing yang muncul di dua tempat tersebut belum bisa diidentifikasi.

"Harus punya sampel cacing tanahnya baru bisa diidentifikasi jenisnya. Atau paling tidak foto close up yang bagus kualitasnya sehingga mudah untuk identifikasi. Tapi semuanya itu cacing tanah," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Solo dan Klaten dikagetkan oleh kemunculan cacing tanah dalam jumlah banyak yang bermunculan di tanah kosong hingga permukiman, Sabtu (18/4) lalu.

Akibat kemunculan cacing dalam jumlah banyak tersebut, berbagai isu pun bermunculan. Salah satunya ia merupakan penanda akan terjadi gempa besar.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa memang tidak bisa dianggap tak berdasar.

Dia mencontohkan, beberapa peristiwa gempa merusak di dunia di antaranya memang diawali adanya gejala alamiah berupa kemunculan cacing tanah secara massal. Antara lain di Taiwan menjelang gempa Chi Chi 1999 dan di Haicheng, Tiongkok pada 1975.

Baca juga:Diguyur Hujan Deras, Wilayah Cianjur Dikepung Banjir

Namun, kata Daryono, kemunculan cacing menjelang gempa besar selalu didukung data prilaku gejala alamiah tak lazim lainnya. Antara lain kemunculan ular, anjing yang terus menggonggong, dan ikan melompat-lombat di kolam.

"Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa, para ilmuwan juga menandai adanya anomali prekursor gempa. Prekursor gempa adalah sebuah anomali kondisi lingkungan fisis yang menjadi petunjuk akan terjadinya gempa," jelas Daryono dalam postingan Instagram pribadinya, Minggu (19/4).

"Prekursor dapat berupa anomali permukaan tanah, elevasi muka air tanah dan emisi radon yang terjadi berbarengan," imbuhnya.

Daryono menjelaskan, jika tidak ada data dukung penguat lainnya, munculnya cacing secara massal ke permukaan diduga diakibatkan perubahan kondisi cuaca, iklim, dan lingkungan yang mendadak, termasuk kemungkinan terpapar bahan kimia seperti desinfektan.

Baca juga:18 Titik Panas Terpantau di Babel

"Sehingga dalam hal ini, munculnya cacing di beberapa tempat di Solo Jawa Tengah akhir-akhir ini tampaknya belum dapat dikatakan sebagai petunjuk akan terjadi gempa," pungkasnya. (Ifa/A-3)

Baca Juga

MI/Seno

Fikih Migran di Negeri Nonmuslim

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:40 WIB
MOBILITAS dan migrasi masyarakat semakin tidak terbendung. Apalagi dunia semakin...
MI/Adi Kristiadi

Kue Karakter Diburu Pembeli Jelang Lebaran

👤AD/H-3 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:35 WIB
PERAJIN kue di Tasikmalaya giat melakukan produksi demi memenuhi pesanan dari berbagai...
MI/Dwi Apriani

Masyarakat Palembang Serbu Pasar Murah

👤DW/H-3 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:30 WIB
SEJAK awal Ramadan hingga kini, terdapat 17 lokasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya