Rabu 15 April 2020, 14:50 WIB

Mengenal Rapid Test dan Swab Test

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Mengenal Rapid Test dan Swab Test

AFP/JULIO CESAR AGUILAR
Seorang pria sedang menjalani swab test di Monterrey, Nuevo Leon, Mexico (9/4)

 

Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mengetahui tentang rapid test dan swab test. Namun, masih ada yang belum paham tentang dua jenis tes covid-19 tersebut.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisamito menjelaskan mengenai dua jenis tes covid-19 yang marak di sebagian masyarakat dalam diskusi bertajuk "Sosialisasi pedoman standar Alat Pelindung Diri (APD) dan jenis-jenis tes covid-19 di Indonesia” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, BNPB Jakarta, Rabu (15/4).

"Jenis tes pertama adalah rapid test atau tes cepat. Tes jenis ini mengambil sampel darah untuk mengukur kondisi antibodi di tubuh peserta tes, sehingga dapat diketahui reaksi tubuh peserta tes untuk melawan virus," papar Wiku.

Tes kedua, lanjutnya, adalah RTPCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), yang dapat memberikan hasil lebih akurat. "Pada masyarakat umum, tes ini lebih populer dengan nama tes swab," tambahnya.

Baca juga: Lembaga Kajian Ingatkan VTM untuk Swab Test mulai Langka

RTPCR mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus, yaitu hidung atau dahak. "Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat usap. Sampel yang diambil untuk swab test adalah sampel cairan dari hidung atau dahak," jelas Wiku.

Hasil tes swab atau RTPCR lebih akurat dibandingkan rapid test. "Seseorang bisa saja dinyatakan negatif covid-19 saat dilakukan rapid test. Ini bisa terjadi karena daya tahan tubuhnya sedang bagus saat dites, tapi setelah dilakukan tes swab baru diketahui bahwa tubuh orang tersebut telah terinfeksi virus covid-19," papar Wiku.

Oleh karena itu, swab test atau RTPCR, menurut Wiku, penting dilakukan untuk mengetahui dengan pasti seseorang negatif atau positif covid-19.

"Dua macam tes tersebut hanya merupakan bagian dari upaya memutus rantai penyebaran virus covid-19. Masih ada cara-cara lainnya, yaitu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

Ist/KLHK

KLHK Gelar Kampanye Bersepeda 'Jelajah Bersih Negeri' 2023

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 09:54 WIB
Wamen LHK Aloe Dohong  berharap Hari Peduli Sampah Nasional 2023 menjadi koridor utama bergerak dan berkolaborasi bangun...
medcom.id

Penyebab Kifosis Berdasar Jenis, Apa Bisa Disembuhkan?

👤Mesakh Ananta DachiĀ  🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:55 WIB
Kifosis adalah sebuah kelainan pada lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat membungkuk atau bengkok melebihi...
MI/HO-komunitas kebaya Indonesia

Kolaborasi Menjaga Kebaya Di ASEAN

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:25 WIB
DISELA-sela  Workshop lima negara ASEAN yang sedang menyusun naskah bersama untuk pengajuan kebaya ke UNESCO pada 7 -8 Februari,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya