Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Penerapan PSBB harus Didukung Kedisiplininan Semua Pihak

Atalya Puspa
14/4/2020 19:10
Penerapan PSBB harus Didukung Kedisiplininan Semua Pihak
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (14/4).(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

DEWAN Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra menyatakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berjalan efektif jika pemerintah disiplin dalam menerapkannya.

"PSBB bisa tegak kalau pemerintahnya disiplin. Karena ini sangat tergantung dari gerak laju pemerintah untuk menegakan kedisiplinan masyarakat, mulai dari RT, RW, kelurahan. Sampai juga pada pembatasan transpotasi publik, perkantoran, pemukiman, hingga acara sosial budaya dan keagamaan," beber Hermawan, Selasa (14/4).

Karena PSBB sifatnya hanya pembatasan sosial, kata Hermawan, maka efektivitasnya tidak akan semaksimal karantina wilayah. Sebab itu, PSBB akan sangat bergantung dengan gerak pemerintah dalam penerapannya.

Saat ini, Hermawan menilai PSBB yang diterapkan di Jakarta belum terlihat berjalan efektif karena belum adanya kekompakan dengan daerah penyangga seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. "PSBB sebenarnya jadi harapan. Tapi barangkali belum ada kekompakan. Kalau semua pihak kompak diharapkan baik," ungkapnya.

Selain itu, diharapkan masyarakat juga memiliki kesadaran untuk tertib menjalankan PSBB. Pasalnya, masyarakat menjadi garda terdepan dalam pengendalian covid-19.

"PSBB ini akan efektif jika masyarakatnya sadar, disiplin, dan pemerintahnta siap, tegap, peduli. Ini harus dilakukan secaea masif di Indonesia," tandasnya. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya