Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kemenkes: Jangan Abaikan Kasus TBC Selama Pandemi Covid-19

Atalya Puspa
14/4/2020 13:59
Kemenkes: Jangan Abaikan Kasus TBC Selama Pandemi Covid-19
Kampanye melawan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Bundaran HI, Jakarta.(MI/Angga Yuniar)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menekankan pelayanan fasilitas kesehatan utnuk pasien TBC tidak boleh dihentikan di tengah pandemi virus korona (covid-19).

Pasalnya, hal itu akan memperparah kondisi pasien dan memperluas penyebaran penyakit TBC. "Ini memang menjadi tantangan di masa pandemi. Tapi pelayanan TBC tidak boleh dihentikan. Karena jika putus obat akan terjadi resisten obat dan penularan kepada orang lain," papar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4).

Baca juga: Presiden Minta Semua Stakeholder Harus Aktif Eliminasi TBC

Dia kembali menegaskan fasilitas kesehatan yang selama ini menjadi rujukan kasus TBC, harus tetap berjalan sesuai fungsinya. Terdapat sebanyak 258 rumah sakit di seluruh Indonesia yang menjadi tempat rujukan penanganan pasien TBC.

"RS rujukan TBC diharapkan memberikan layanan terpisah antara pasien TBC dan pasien covid-19. Apabila RS rujukan dijadikan tempat khusus penanganan covid-19, bisa dirujuk ke tempat lain yang memiliki pelayanan sama," pungkas Yuri, sapaan akrabnya.

Baca juga: Lawan Covid-19, Indonesia Butuh 8 Juta APD

Di samping itu, pihaknya juga memastikan pemenuhan logistik bagi pasien TBC, termasuk penyediaan masker untuk langkah pencegahan. "Diharapkan, seluruh sektor berkomitmen dalam penanganan TBC. Jangan sampai pandemi covid-19 menghambat upaya eliminasi TBC," kata dia.

Berdasarkan data Balitbang Kemenkes, terdapat 845 ribu kasus TBC di Indonesia hingga 2018. Angka itu membuat Indonesia berada pada peringkat ketiga negara dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 23 ribu penderita TBC resisten obat dan 36 ribu penderita TBC dengan HIV.(OL-11)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya