Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
JAMU menjadi minuman yang semakin dicari keberadaannya di tengah masa-masa yang memprihatinkan ini, ketika Indonesia dan dunia menghadapi semakin meluasnya penyebaran virus korona covid-19. Harga bahan mentah jamu tradisional di pasar pun melambung tinggi, seperti temulawak, kunyit dan jahe.
Baca juga:Atasi Covid-10, Media Group Beri Donasi untuk Para Tenaga Medis
Pasalnya, tanaman-tanaman herbal tersebut mengandung curcumin, bahan aktif yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh (immune booster). “Dunia kesehatan mengakui hal ini. Seperti di dalam jurnal Curcumin: A Review of Its’ Effects on Human Health, dituliskan konsumsi 500 mg curcumin setiap hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkap Bambang Priyambodo General Manager Manufacturing PT Air Mancur Group sekaligus praktisi industri herbal.
Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan saat ini, lanjut Bambang, sejalan dengan anjuran Presiden Jokowi, PT Air Mancur semakin gencar mengampanyekan kepada masyarakat untuk mengonsumsi jamu guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Selain itu, kami ikut serta dalam mendukung Badan POM menggalang bantuan untuk masyarakat berupa jamu dan madu. Kami dibantu oleh Badan POM menyalurkannya kepada masyarakat dan tenaga medis yang sangat membutuhkan saat ini,” ujar Bambang yang juga apoteker ini.
Baca juga:Belajar Bahasa Inggris #DiRumahAja:100% Online Native Trainer
Bagi sebagian masyarakat yang kini harus beradaptasi dengan rutinitas baru yakni belajar dan bekerja dari rumah, produk jamu kemasan siap saji bisa menjadi pilihan yang tepat dan aman untuk mendukung langkah proteksi diri. Produk jamu itu bisa diperoleh dengan berbelanja online di berbagai situs belanja daring. (RO/A-3)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved