Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah ancaman pandemi covid-19, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) juga semakin meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat dari Januari hingga 24 Maret 2020, terdapat 34.451 kasus DBD dengan total kematian sebanyak 212 orang.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memastikan mewabahnya covid-19 di Indonesia tidak memengaruhi penanganan DBD.
"Penanganan DBD tidak berpengaruh karena adanya covid-19. Hanya saja, masyarakat juga harus waspada adanya DBD ini," kata Nadia kepada Media Indonesia, Kamis (26/3).
Berdasarkan data Kemenkes, lima provinsi yang memiliki kasus DBD tertinggi adalah Jawa Barat sebanyak 5.894 kasus, NTT 3.595 kasus, Lampung 3.408 kasus, Jawa Timur 2.776 kasus, dan Bali 2.173 kasus.
Baca juga: Kerawanan DBD Tidak Kalah Dibanding Korona
Nadia menuturkan lonjakan kasus di Jawa Barat dipengaruhi dari faktor musiman. "Ini memang musim penularan DBD. Mungkin kasus awalnya sedikit, tetapi tidak segera ditanggulangi di Jawa Barat," tuturnya.
Untuk itu, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan serangkaian upaya pencegahan DBD. Pertama, masyarakat harus melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan memberikan larvasida atau abate pada tempat-tempat perindukan nyamuk, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.
"Mencegah gigitan nyamuk di pagi dan sore hari dengan menggunakan lotion atau penyemprot nyamuk rumah tangga. Kerja bakti di kantor, sekolah, dan tempat umum lainnya termasuk pasar dan musala," katanya.
Di samping itu, pencegahan juga harus dilakukan di level pemerintah daerah dengan cara melakukan pemantauan. Apabila ada peningkatan kasus orang yang demam, lanjutnya, langsung lakukan intervensi lingkungan.
"Petugas kesehatan harus memastikan bukan demam berdarah dengue atau DBD pada pasien yang datang ke Fasyankes karena saat ini adalah musim penularan DBD," pungkasnya. (OL-14)
Kasus DBD pada 2025 tercatat ada 70 kasus sehingga jumlah alami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
SERANGAN nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Kemenkes memastikan kondisi tersebut Kejadian Luar Biasa (KLB).
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved