Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Pengisisan Bahan Bakar Umumm (SPBU) menjadi salah satu tempat publik yang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Untuk mengantisipasi masifnya penyebaran, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina menerapkan sejumlah prosedur untuk mengantisipasi penyebaran virus korona baru ini.
“Pertamina melakukan sejumlah cara untuk mengantisipasi penyebaran virus di SPBU. Hal ini dilakukan demi pelayanan BBM tetap berjalan meskipun di sejumlah wilayah sudah dalam kondisi siaga Covid-19,” ujarnya melalui keterangan resminya kepada Media Indonesia, Rabu (18/3).
Lebih lanjut pihaknya memaparkan, upaya-upaya ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan suhu kepada setiap petugas SPBU yang akan memulai dan mengakhiri shift bertugas. Selain itu, penggunaan masker, handzinitizer, dan jaga jarak dengan konsumen sekitar 1,5 meter pun dilakukan.
Baca juga: Dokter Spesialis Paru Senior Ikut Perangi Covid-19
Selain itu, SPBU menyediakan layanan self service. Dengan menyiapkan petugas yang rutin membersihkan nozzle dengan cairan disinfektan. Tidak hanya itu, seluruh area seperti kantor dan fasilitas berupa toilet dan mushola pun dibersihkan secara rutin dengan disinfektan tersebut.
“Selain itu, konsumen pun kami imbau menggunakan metode pembayaran cashless untuk mengurangi interaksi secara langsung,” imbuhnya.
Ia mengatakan upaya-upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat membeli BBM di SPBU Pertamina. Selain itu, ikut menjaga operator SPBU sebagai garda depan Pertamina yang melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU dan agen/pangkalan resmi untuk melakukan langkah-langkah seperti di atas. Apabila ada masyarakat yang merasa ada ketidaksesuai prosedur atau membutuhkan informasi tambahan mengenai layanan Pertamina, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” tutupnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved