Minggu 15 Maret 2020, 17:30 WIB

Perhimpunan Dokter: Tidak Bisa Serta-Merta Nyatakan Lock Down

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Perhimpunan Dokter: Tidak Bisa Serta-Merta Nyatakan Lock Down

AFP
Seorang petugas melakukan kegiatan disinfektan di Tugu Monas, Jakarta, pada 15 Maret 15 2020.

 

KETUA Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Adib Khumaidi mengatakan, kebijakan lock down untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) tidak dapat diberlakukan begitu saja. Harus ada berbagai persiapan dan pertimbangan yang matang, sebab kebijakan tersebut menimbulkan berbagai dampak khususnya di bidang ekonomi.

"Kita tidak bisa serta merta menyatakan lock down. Kita harus siapkan juga sistem ini dengan benar," kata Adib dalam media short brief update Covid-19 in Indonesia di Hotel Ibis, Jakarta, Minggu (15/3).

Baca juga: Jokowi Pastikan Kebutuhan Pokok Mencukupi

Adib menjelaskan, hal-hal yang perlu disiapkan pemerintah sebelum menerapkan kebijakan lock down antara lain, memastikan pasokan makanan dan air bersih bagi masyarakat tercukupi, menyiapkan aturan belanja agar tidak terjadi panic buying, menyiapkan sarana informasi yang jelas dan kredibel bagi masyarakat.

Selain itu kantor, sekolah, dan seluruh kegiatan kecuali rumah sakit, harus diliburkan. Seluruh area terutama fasilitas umum pun wajib didisinsfeksi. Pemerintah juga harus mengimbau masyarakat agar segera melapor ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala Covid-19.

Kemudian, pemerintah mesti menyediakan sarana kesehatan alternatif seperti rumah sakit lapangan atau rumah sakit khusus jika jumlah pasien melonjak dan menyediakan tenaga medis cadangan, serta menjaga stabilitas sembako sehingga tidak ada pedagang nakal yang menaikkan harga semaunya.

Baca juga: Pemerintah Belum Terapkan Opsi Lockdown

Berdasarkan rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, kebijakan lock down diberlakukan selama 14 hari atau dua minggu.

"Aspek-aspek terkait masalah ekonomi yang harus diperhatikan, termasuk roda kehidupan karena pasti paling tidak dalam satu wilayah itu proses-proses kehidupan yang kemudian dibatasi geraknya termasuk sekolah dan kantor diliburkan tentunya menimbulkan konsekuensi yang memang harus diperhitungkan dengan matang," jelasnya.

Meski begitu, Adib mengatakan, tidak menutup kemungkinan kebijakan lock down dapat dilakukan jika kasus Covid-19 di suatu wilayah berkembang dengan cepat, sehingga mau tidak mau pemerintah pusat maupun daerah perlu menyiapkan skenario ini.

Baca juga: Pimpinan DPR Rachmat Gobel Minta Masyarakat Ikuti Arahan Presiden

"Lock down adalah sebuah langkah yang dilakukan pada saat kita tidak bisa menghitung spreadingnya sampai ke mana. Jadi, case finding sulit untuk kita lakukan, spreading tidak bisa, sehingga kita harus lakukan itu (lock down)," tandasnya. (Aiw/A-3)

Baca Juga

DOK Untar

Mahasiswa Diajak Manfaatkan Peluang Usaha di Saat Pandemi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 02 Desember 2020, 23:27 WIB
Masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa sebagai peluang dalam berwirausaha. Beradaptasi dengan...
DOK Universitas Pancasila

Konfrensi ITSA Sarana Kembangkan Dunia Pariwisata

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 02 Desember 2020, 23:12 WIB
Sektor pariwisata di Indonesia ke depannya akan semakin maju dan mendatangkan banyak devisa...
Humas Garuda Food

Mindfulness-Based Business Ajarkan Berbisnis dengan Hati

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 02 Desember 2020, 22:57 WIB
MBB pada dasarnya adalah praktik berbisnis yang menjadikan profesi/mata pencaharian sebagai wahana untuk melakukan transformasi diri,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya