Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RSPI Sulianti Saroso menyatakan telah memulangkan satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus novel korona (COVID-19). Pasalnya berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien tersebut telah dinyatakan negatif COVID-19.
"Kemarin kita ada 10 pasien dirawat, 1 sudah pulang semalam dan tidak ada pasien lagi, sehingga pasien total dirawat ada 9 orang," kata Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI Sulianti Saroso, Dyani Kusumowardhani di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (10/3).
Baca juga: Cegah Tangkal Covid-19
Dyani menambahkan bahwa PDP tersebut merupakan WNI laki-laki yang memiliki riwayat kontak dengan pasien 01 positif COVID-19. PDP tersebut dikategorikan sehat dan boleh meninggalkan rumah sakit apabila hasil tes swab sebanyak dua kali menyatakan negatif COVID-19. Selain itu, PDP juga tidak mengalami gejala yang mengindikasikan adanya COVID-19 seperti demam, batuk, dan flu.
"Pasien dinyatakan sehat dan aman boleh pulang kalau pemeriksaan dinyatakan negatif, tidak ada keluhan apa-apa dan pasien aman dipulangkan," ujarnya.
Diketahui, hingga saat ini RSPI Sulianti Saroso tengah merawat sebanyak 9 pasien di ruang isolasi. Dari 9 pasien, 6 di antaranya positif COVID-19, dan 3 lainnya masih masuk dalam kategori PDP. (OL-14)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved