Rabu 26 Februari 2020, 13:09 WIB

Negosiasi Pemulangan WNI di Diamond Princess Masih Alot

Andhika Prasetyo | Humaniora
Negosiasi Pemulangan WNI di Diamond Princess Masih Alot

AFP
Kapal pesiar Diamond Princess berada di terminal pelabuhan Yokohama, Jepang.

 

PEMERINTAH masih terus bernegosiasi dengan otoritas Jepang untuk memulangkan 69 warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar Diamond Princess yang kini tengah bersandar di Pelabuhan Yokohama.

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa proses negosiasi memang berlangsung alot. Dalam situasi darurat seperti saat ini, negara tidak bisa mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

"Tidak segampang itu diplomasi negoisasi. Semua keputusan harus hati-hati, tidak boleh tergesa-gesa. Masalah ini sudah menjalar ke banyak negara. Yang awalnya hanya di Tongkok, sekarang sudah ke Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia," ujar Jokowi di Jakarta, Rabu (26/2).

Kondisi 69 WNI di Diamond Princess bisa dikatakan cukup rawan. Dari total 78 warga Indonesia di kapal itu, sembilan orang sudah dinyatakan positif mengidap korona.

Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga 267 juta penduduk yang ada di Indonesia dari ancaman wabah penyakit menular tersebut.

"Saya pesan ke menteri, ke menko, hati-hati mengalkulasi. Lakukan seperti yang di Natuna kemarin," ucap Jokowi. (Pra/OL-09)

Baca Juga

MI/Seno

Fikih Migran di Negeri Nonmuslim

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:40 WIB
MOBILITAS dan migrasi masyarakat semakin tidak terbendung. Apalagi dunia semakin...
MI/Adi Kristiadi

Kue Karakter Diburu Pembeli Jelang Lebaran

👤AD/H-3 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:35 WIB
PERAJIN kue di Tasikmalaya giat melakukan produksi demi memenuhi pesanan dari berbagai...
MI/Dwi Apriani

Masyarakat Palembang Serbu Pasar Murah

👤DW/H-3 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 05:30 WIB
SEJAK awal Ramadan hingga kini, terdapat 17 lokasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya