Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan memastikan virus korona COVID-19 bisa saja bermutasi karena kini telah ditemukan perilaku lain pada orang yang terinfeksi virus korona, terutama dengan yang menimbulkan gejala ringan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, virus sangat mudah bermutasi.
"Dulu yang namanya SARS menakutkan, sekarang hilang karena sudah mutasi menjadi virus yang tidak berbahaya, ada kemungkinan seperti itu. Apakah nanti perangainya (Covid-19) sama kayak gitu (SARS) karena sama-sama lorona," kata Achmad Yurianto saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (22/2).
Baca juga : Kemenkes Tunggu Perintah Presiden Evakuasi WNI di Diamond Princes
Achmad menjelaskan, saat ini Indonesia hanya akan mengimplementasikan kebijakan yang disarankan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni dengan meningkatkan kewaspadaan, termasuk di antaranya melakukan karantina 2x14 hari.
"Kita baca dari situs WHO, sekarang kalau berbicara korona, bicara WHO sebagai leading sector. Tidak ada negara yang bisa jalan sendiri, semua mengikuti apa yang menjadi ketentuan WHO, apa yang diteliti karena semua ahlinya berkumpul jadi satu di WHO. Jadi apa kebijakannya ya kebijakannya WHO yang kita pakai kita implementasikan," jelasnya. (OL-7)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved