Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
USULAN Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait perkawinan silang antara orang kaya dan miskin sempat viral dan ramai dibicarakan masyarakat.
Namun, ternyata, itu hanya guyonan semata. "Itu hanya intermezzo saja. Ternyata itu yang jadi berita," ujar Muhadjir kepada Media Group, Kamis (20/2).
Kendati demikian, Muhadjir mengatakan guyonan itu disampaikan dengan berbekal data riil di lapangan.
Ia menyebut, dari rata-rata 2,5 juta perkawinan di Indonesia setiap tahun, 250 ribu di antara mereka berpotensi menjadi rumah tangga miskin baru.
"Lingkaran kemiskinan ini belum bisa diputus karena masih ada terus perkawinan antara orang miskin dengan orang miskin. Memang belum ada penelitian ke sana, tapi kita pakai akal sehat aja. Kalau keluarga miskin berpasangan sama keluarga miskin, lahirlah keluarga miskin baru," terang Muhadjir.
Baca juga: Fatwa 'Kaya Nikahi si Miskin' bentuk Upaya Kurangi Kemiskinan
Pemerintah sedianya telah memulai program pembekalan pranikah sebagai solusi nyata dari persoalan tersebut. Para calon pengantin terutama yang berasal dari golongan miskin akan diberikan pembekalan yang cukup terkait kesehatan reproduksi dan kesiapan ekonomi.
"Mereka harus mengerti kesehatan reproduksi agar anak lahir sehat, tidak stunting. Dari sisi ekonomi, mereka juga harus punya sumber mata pencaharian sebagai pegangan hidup," tandasnya.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved