Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Obat dan Makanan menyatakan siap mendampingi pengembangan vaksin virus korona n2019-cov di Indonesia.
Menurut Kepala Badan POM Penny K. Lukito, percepatan izin juga akan diberikan sehingga produk vaksin itu nantinya bisa cepat diedarkan.
"Badan POM dikaitkan dengan korona adalah nanti apabila ada vaksin atau pengembangan obat antiviral sudah ada, di situ peran Badan POM untuk percepatan izin untuk bisa diedarkan di Indonesia," katanya saat ditemui di Gedung C Badan POM, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).
Seperti diketahui, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Biofarma tengah membahas pengembangan vaksin virus korona n2019-cov.
Kepala Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, masalah administrasi menjadi proses yang memakan waktu cukup lama dalam pembuatan vaksin tersebut.
"Mudah-mudahan dengan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan POM proses itu bisa diperpendek," katanya saat ditemui di Gedung DPR/MPR, kemarin.
Penny mengatakan Badan POM siap menyediakan lampu hijau untuk pengembangan vaksin virus korona.
"Sehingga betul-betul kita menjadikan prioritas pendampingan yang sesingkat-singkatnya," katanya.
"Kita tunggu itu karena kan masih di luar yang mengembangkan tersebut. Nanti kalau sudah akan ditransfer ke kita, atau kita juga melakukan pengembangan riset itu sendiri, nanti tentunya dikomunikasikan kepada Badan POM dan kami akan mendampingi dari awal," pungkas Penny. (OL-2)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved