Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan telah memeriksa sebanyak 64 spesimen terduga kasus virus novel korona. Sejumlah 62 dari 64 spesimen tersebut dinyatakan negatif, sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
"62 negatif. 2 masih pemeriksaan. Prosesnya, kita pertama menemukan suspect yang benar-benar suspect sesuai dengan guideline WHO. Baru diambil spesiemen yang benar," kata Kepala Badan Litbangkes Siswanto di Kantor Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).
Baca juga: Kemenkes Prediksi Penanganan Virus Korona Lebih dari 6 Bulan
Siswanto mengungkapkan spesimen tersebut diambil dari 16 provinsi. Ia merinci sebanyak 14 spesimen berasal dari Jakarta, 11 dari Bali, 7 dari Jawa Tengah, 6 dari Jawa Barat, 6 dari Jawa Timur, 4 dari Banten, 4 dari Sulawesi Utara, 3 dari Yogyakarta, 2 dari Kalimantan Timur, 1 dari Jambi, 1 dari Papua Barat, 1 dari NTB, 1 dari Kepulauan Riau, 1 dari Bengkulu, 1 Kalimantan Barat dan 1 Sulawesi Utara.
Meskipun belum ada pasien yang positif terjangkit virus novel korona di Indonesia, Siswanto meminta masyarakat agar tidak menyangsikan hasil deteksi yang dikeluarkan balitbangkes.
"Kalau hasilnya negatif jangan menyangsikan. Di India, confirmed kasus virus novel korona ada 3 dan itu dari 630 kasus," ungkapnya.(OL-5)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved