Minggu 22 Desember 2019, 09:59 WIB

Kemenag: Warga Boleh Merayakan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kemenag: Warga Boleh Merayakan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung

Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Barat, Hendri

 

KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Barat, Hendri mengatakan bahwa Kemenag bersama Forkopinda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan tokoh masyarakat sudah membahas persiapan perayaan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung. Rapat koordinasi (rakor)  dilakukan pada 16 Desember 2019, sebelum mencuat info pelarangan di media.

Menurut Hendri, rakor berlangsung di Gedung UDKP Kecamatan Kamang Baru. Hadir juga, perwakilan masing-masing agama, ninik mamak, pemuda, dan perwakilan Kesbangpol.

"Rakor menyepakati untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta kerukunan umat beragama. Pelaksanaan ibadah umat Kristen tidak dilarang. Namun, kalau berjamaah silakan dilaksanakan di tempat resmi yang sudah disepakati," tutur Hendri di Padang, Minggu (22/12/2019).

Hendri mengatakan, rakor digelar rutin setiap menjelang perayaan hari besar, termasuk Natal. Khusus Natal di Dharmasraya dan Sijunjung, ada kesepakatan yang sudah berlangsung sejak 2005 antara tokoh masyarakat Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, dengan umat kristiani yang berasal dari warga transmigrasi di Jorong Kampung Baru.

Kesepakatan itu juga dibahas dalam rakor. Dikatakan Hendri, masyarakat bersepakat untuk tidak melarang satu sama lain melakukan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing di rumah masing-masing. Namun, jika dilakukan berjemaah atau mendatangkan jemaah dari tempat lain, maka pelaksanaannya di rumah ibadah resmi (gereja) dan memiliki izin dari pihak terkait.

Dijelaskan Hendri, rumah ibadah berbeda dengan tempat ibadah. Kalau tempat ibadah, maka setiap umat beragama bebas menjalankan ibadah di mana saja. Berbeda dengan itu, rumah ibadah terkait tata kota, tata ruang, IMB, dan lainnya, juga dari sisi sosial. Kalau konsepnya rumah ibadah, maka bangunan itu adalah bangunan khusus sebagai tempat akomodasi ritual keagamaan agama tertentu.

Rumah ibadah juga menjadi tempat penyelenggaraan ritual keagamaan yang tidak hanya diikuti satu dua orang, tapi bisa mencapai ratusan orang. Hal ini, langsung atau tidak langsung akan terkait dengan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

"Karena di Dharmasraya tidak ada rumah ibadah berupa gereja, maka masyarakat bersepakat perayaan Natal bersama itu dilakukan di Sawahlunto, bukan di Dharmasraya dan Sijunjung. Karena di dua kabupaten itu enggak ada gerejanya," jelas Hendri.

"Jadi kami sudah bermusyawarah, membahas perayaan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung," lanjutnya.

baca juga: Perayaan Natal Tata Kembali Kebersamaan

Terkait munculnya info pelarangan ini,  Hendri mengaku bahwa pihaknya sudah membentuk tim untuk meninjau lokasi. Tim ini terdiri atas Kasubbag Kerukunan Umat Beragama, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Sumbar, Kasi Kepenghuluan, Kasi Kemitraan Umat.

"Alhamdulillah, masyarakat sampai saat ini aman dan rukun,” tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/BRIYANBODO HENDRO

Pendidik Abai Nilai Kebangsaan, Pembangunan Karakter Terancam

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:49 WIB
Kebijakan wajib berbusana muslimah di sekolah umum di Padang membuka mata bahwa di kalangan para pendidik masih ada yang abai terhadap...
BMKG

BMKG: Waspadai Hujan Ekstrem Berturut-turut di NTB dan Jatim

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:25 WIB
Hujan ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan bencana...
Badan POM

Badan POM Take Down Penjual Produk Lianhua Palsu via Daring

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:15 WIB
Produk Lianhua Qingwen Capsules resmi di Indonesia terdaftar dengan Nomor Izin Edar (NIE) TI144348471 dan pemilik atas nama PT Intra...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya