Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan tidak merekomendasikan masyarakat menggunakan ramuan/obat herbal untuk pengobatan HIV/AIDS. Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa penggunaan obat herbal ampuh untuk mengatasi penyakit yang mematikan ini.
"Obat herbal memang kekayaan Indonesia. Tapi, kita gak bisa gunakan sebagai first line drug atau pencegahan utama HIV/AIDS," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono di Jakarta, kemarin. Dia mengimbau, masyarakat jangan tertipu dengan kampanye obat herbal HIV/AIDS.
Kemenkes menjamin ketersediaan obat antiretroviral (ARV) untuk 349.882 ODHA di Indonesia. "Dari 2005, ARV subsidi itu sudah tersedia di 25 rumah sakit. Tapi sekarang ada 500 lebih rumah sakit. Artinya, ada 300% peningkatan yang signifikan," ucapnya. (Ata/H-1)
KOINFEKSI TB-HIV masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Indonesia pada tahun 2026, inovasi dalam strategi pengobatan menjadi sangat krusial.
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved