Selasa 26 November 2019, 17:39 WIB

Setiap Hari, 8 Perempuan jadi Korban Kekerasan Seksual

Atalya Puspa | Humaniora
Setiap Hari, 8 Perempuan jadi Korban Kekerasan Seksual

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin memberikan paparan tentang catatan tahunan Komnas Perempuan

 

KEKERASAN terhadap perempuan hingga kini masih menjadi masalah yang hadir di ruang publik. Namun begitu, gaung untuk mengatasi dan mencegah hal ini masih kurang meluas, sehingga kekerasan terhadap perempuan masih terus mengakar dalam masyarakat.

Sepanjang tahun 2016-2018, Komnas Perempuan melakukan pendokumentasian kasus-kasus kekerasan seksual. CATAHU Komnas Perempuan mencatat terdapat 17.088 kasus kekerasan seksual, 42% dari total kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) sejumlah 40.849. Artinya rata-rata setiap tahunnya terdapat 5.696 kasus kekerasan seksual.

Diantara kasus kekerasan seksual tersebut terdapat 8.797 kasus perkosaan atau sejumlah 52% dari total kasus kekerasan seksual selama 2016-2018.

"Artinya dalam 3 tahun, terdapat 8 perempuan mengalami perkosaan per harinya," kata Mariana Amiruddin, Komisioner Komnas Perempuan dalam keterangan resmi, Senin (25/11).

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan tersebut bahwa kekerasan seksual sudah dalam kondisi darurat yang perlu diperhatikan dan mendapatkan empati dari seluruh pihak.

Selain itu, Mariana menyatakan kondisi tersebut disebabkan masih kurangnya pemahaman baik legislatif, pemerintah maupun masyarakat tentang informasi berbagai kasus kekerasan seksual dan beragam kasusnya.

"Oleh karena itu Komnas Perempuan menetapkan pentingnya sosialisasi tentang kasus-kasus kekerasan seksual yang kerapkali tidak terbayangkan oleh masyarakat umum," lanjut Mariana.

Untuk itu, Komnas Perempuan berupaya untuk mengajak seluruh lembaga pemerintah, organisasi masyarakat maupun komunitas, untuk secara terus menerus mengawal kasus-kasus kekerasan seksual dan melakukan proses pendokumentasian untuk kepentingan penanganan dan perlindungan.

"Komnas perempuan juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pertemuan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di dalam Kabinet Indonesia Maju, dan telah menyepakati untuk bersama-sama memperkuat koordinasi dengan kepolisian serta pelayanan korban kekerasan sampai ke pelosok wilayah Indonesia dalam hal penanganan dan perlindungan korban," tutur Mariana. (OL-4)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Data Komprehensif Penyandang Disabilitas Mendesak Diwujudkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:07 WIB
Pemanfaatan data secara komprehensif itu untuk kepentingan penanganan para penyandang disabilitas yang juga merupakan bagian dari warga...
Dok. LAPAN

Ternyata, Indonesia Negara Kedua di Asia yang Luncurkan Roket

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:40 WIB
Tipe roket yang dikembangkan antara lain RX-100, RX-120, RX-360, RX-450, RX-550. Roket RX-450 yang mengemban misi sebagai roket peluncur...
ANTARA/BASRI MARZUKI

Beasiswa Kemendikbud Dicairkan Sesuai Jadwal

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:25 WIB
Beasiswa bagi mahasiswa tidak dikelola Ditjen Dikti, melainkan di Pusat Pembiayaan Pendidikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya